Jakarta (ANTARA) - Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) menyelaraskan program kerja dengan rencana strategis Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai langkah penguatan infrastruktur data nasional yang makin tangguh, akurat, dan aman.
Direktur Utama Peruri Dwina Septiani Wijaya menyoroti pentingnya kolaborasi lintas lembaga dalam membangun fondasi data-driven economy.
Dalam konteks ini, pihaknya memandang BPS sebagai mitra kunci dalam memastikan kebijakan pemerintah berbasis data yang valid dan terintegrasi.
"Kami berharap langkah dan program kerja Peruri semakin selaras dengan rencana strategis BPS dalam memperkuat pilar kedaulatan data dan transformasi digital nasional," ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu.
Peruri dan BPS membahas berbagai potensi sinergi, mulai dari integritas data statistik hingga kesiapan infrastruktur digital dalam menyongsong era big data.
BPS bertanggung jawab mengoordinasikan 10 indikator sasaran visi Indonesia Emas 2045 serta 45 indikator utama pembangunan, didukung oleh 539 satuan kerja dan berbagai kegiatan statistik setiap tahun, termasuk Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas), Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas), Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK), dan persiapan Sensus Ekonomi 2026.
BPS juga memperkuat transformasi digital melalui sistem FASIH (Flexible Authentic Survey Instrument Harmony), Data Center tersertifikasi ISO 27001:2022, aplikasi AllStats, Pojok Statistik di 171 perguruan tinggi, serta Program Desa Cantik yang telah menjangkau lebih dari 2.400 desa.
Sementara itu, Peruri memasuki fase transformasi baru melalui amanat Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2023 yang menetapkan Peruri sebagai penyelenggara govtech Indonesia. Dengan peran ini, Peruri bertanggung jawab membangun dan mengelola aplikasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) terpadu lintas instansi, sekaligus memastikan keamanan, keaslian, dan integritas data di seluruh sektor pemerintahan dan layanan publik.
Dengan fungsi masing-masing instansi, sinergi yang disusun Peruri dan BPS kali ini diarahkan pada penguatan integritas data di seluruh rantai bisnis statistik, mulai dari pengumpulan, pengolahan, hingga diseminasi.
Fokus kolaborasi mencakup pengamanan publikasi BPS agar dokumen yang diakses masyarakat merupakan rilis resmi dan tidak dimodifikasi.
Kemudian, autentikasi data mikro untuk memastikan data yang diterima peneliti berasal dari sumber tunggal (DMS BPS) dan penguatan keamanan sistem internal seperti FASIH dan Data Center BPS.
Sinergi juga termasuk integrasi pada Sensus Ekonomi 2026 yang akan mencatat aktivitas usaha nasional dalam volume data digital terbesar sepanjang sejarah.
"Kolaborasi Peruri dan BPS diharapkan menjadi model kerja sama strategis yang menggabungkan keahlian Peruri dalam digital security dan kapasitas BPS sebagai produsen data resmi negara," tuturnya.
Baca juga: Peruri hadirkan ruang publik baru dorong gaya hidup sehat
Baca juga: Peruri-Telkom University bangun sistem dan talenta keamanan digital
Baca juga: PERURI bina UMKM kembangkan bisnis dengan adopsi teknologi digital
Pewarta: Imamatul Silfia
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































