Jakarta (ANTARA) - PT Pertamina International Shipping (PIS) memperkuat edukasi lingkungan bagi masyarakat pesisir untuk menjaga ekosistem laut melalui program Ocean LiteraSEA, yang merupakan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
“Ini adalah upaya kami menyiapkan generasi yang akan menjaga laut di masa depan. Generasi yang kelak akan mengambil keputusan, memimpin perubahan, dan menentukan bagaimana laut serta sumber daya alam kita dikelola secara berkelanjutan,” ujar Pjs Corporate Secretary PIS Vega Pita dalam keterangan resminya yang dikonfirmasi ANTARA dari Jakarta, Rabu.
Berjalan sejak 2023, program Ocean LiteraSEA telah menjangkau 61 sekolah pesisir, melibatkan lebih dari 3.600 siswa sebagai penerima manfaat, serta menghasilkan 41 guru tersertifikasi.
Program ini juga telah merevitalisasi 25 perpustakaan, mengurai 3,86 ton sampah, dan memberikan beasiswa kepada 15 pelaut muda.
Vega mengatakan Ocean LiteraSEA merupakan bentuk komitmen berkelanjutan PIS untuk ikut membangun masyarakat pesisir melalui edukasi dan aksi nyata menjaga laut.
Bagi PIS, upaya tersebut menjadi bagian dari tanggung jawab perusahaan yang tidak hanya berorientasi pada keberlangsungan bisnis, tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan dan masyarakat.
Menurut Vega, investasi pada generasi muda merupakan bagian penting dari upaya menjaga keberlanjutan ekosistem maritim dalam jangka panjang.
“Kami berharap anak-anak yang hari ini belajar mengenal laut, membersihkan pesisir, dan berani mengingatkan temannya untuk menjaga lingkungan, adalah pahlawan untuk kelestarian laut Indonesia dan semoga tumbuh menjadi talenta maritim kebanggaan,” ujar dia.
Urgensi membangun generasi yang memiliki kepedulian terhadap laut semakin besar ketika melihat persoalan yang dihadapi Indonesia.
Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), timbunan sampah nasional pada 2025 diperkirakan mencapai 50,6 juta ton. Sekitar 40 persen di antaranya tidak terkelola dan berpotensi berujung ke laut. Setiap tahun, diperkirakan 16,2 juta ton sampah masuk ke laut.
“Sampah laut dapat mengancam kehidupan biota, merusak habitat, hingga mengganggu rantai makanan di ekosistem laut,” katanya pula.
Baca juga: PIS gelar program edukasi lingkungan "Ocean LiteraSEA" untuk siswa SD
Baca juga: PIS dorong literasi laut melalui melalui program Ocean LiteraSEA RI
Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































