Penyintas jadi relawan demi menjaga asa si buah hati

5 days ago 1
Setelah jenazah istri dan anaknya ditemukan, Ibnu mengaku tidak mengerjakan apa-apa selama 15 hari dan hanya menghabiskan waktu di pengungsian

Lubuk Basung (ANTARA) - Di bawah terik matahari, seorang laki-laki berkulit sawo matang sibuk menyiapkan peralatan pemasangan pipa air sembari memberikan arahan kepada beberapa orang sekitarnya.

Laki-laki yang bernama Ibnu Riaga itu merupakan penyintas banjir bandang di Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, akhir tahun lalu, yang saat ini mengikhlaskan diri menjadi relawan.

Berbekal pengetahuan tentang pemasangan pipa, dia dengan sukarela menjadi relawan dalam pemasangan jaringan Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat di hunian sementara di Lapangan Sepak Bola SDN 05 Kayu Pasak, Nagari atau Desa Salareh Aia, Kecamatan Palembayan.

"Kami memasang pipa di huntara barak dua dan empat, karena masih ada beberapa jaringan pipa distribusi yang belum dipasang," kata Ibnu Riaga sembari membawa anak keduanya, Akselio Sandriaga (8), di Lubuk Basung, Rabu (28/1).

Rumah Ibnu di Sawah Laweh, Jorong Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan hancur dibawa arus banjir bandang. Bencana yang terjadi pada akhir November 2025 itu mengakibatkan istrinya, Dewi Alexsandria (35) dan anak bontotnya Olivia Sandiaga (5), meninggal dunia dibawa banjir bandang.

"Dalam sekejap, rumah yang baru selesai dibangun 2025 hilang. Istri dan anak bontot juga hilang dibawa banjir bandang," kata Ibnu dengan mata berkaca-kaca.

Bapak tiga anak itu berusaha mencari keberadaan istri dan anaknya di sekitar rumah dengan menerobos lumpur yang dalam.

Jasad istrinya ditemukan di belakang rumah oleh Tim SAR gabungan dengan jarak sekitar 500 meter dari posisi awal. Anaknya ditemukan di Padang Koto Marapak, Nagari Salareh Aia Barat, Kecamatan Palembayan dengan jarak delapan kilometer dari lokasi rumahnya.

"Jasad istri dan anak saya ditemukan pada empat hari pencarian dan langsung dimakamkan di kuburan keluarga," katanya.

Guru pencak silat tradisional itu tinggal bersama dua anaknya Aditiya Sandriaga (9) dan Akselio Sandriaga (8) di pengungsian SDN 05 Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan setelah rumahnya rusak berat.

Setelah jenazah istri dan anaknya ditemukan, Ibnu mengaku tidak mengerjakan apa-apa selama 15 hari dan hanya menghabiskan waktu di pengungsian.

Namun, perlahan dia mencoba bangkit dari keterpurukan itu dan merasa tenaganya masih dibutuhkan oleh orang banyak.

Selain itu, dia juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga asa demi anaknya. Semangat lepas dari keterpurukan harus bisa dia lakukan.

Dia sebelumnya juga masuk dalam pengurus Kelompok Pengelola Sistem Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Kayu Pasak. Sehingga dia merasa bisa membantu relawan yang sedang berusaha untuk memperbaiki jaringan air bersih yang rusak.

Kemudian, hari-harinya pun disibukkan oleh pekerjaan dalam memperbaiki jaringan pipa air bersih.

"Ini untuk menghilangkan traumatis semenjak istri dan anak saya meninggal dunia," kata Ibnu.

Pelaksanaan Lapangan Penyaluran Air Bersih PT Hutama Karya (Persero) Deri Limata mengatakan KP SPAMS Kayu Pasak ditunjuk sebagai pihak ketiga dan Ibnu Riaga sebagai teknisi dalam pemasangan jaringan air bersih di huntara, agar memiliki aktivitas untuk menghilangkan traumatis pascabencana.

PT Hutama Karya (Persero) memasang jaringan pipa dari intek air bersih atau bangunan penangkap menuju tangki air sampai ke jaringan barak hunian sementara.

Untuk pemasangan jaringan air bersih barak ke dalam bangunan hunian sementara dilakukan oleh BNPB.

Setidaknya ada tiga huntara yang bakal dibantu jaringan air bersih yakni, Lapangan Sepak Bola SDN 05 Kayu Pasak, Lapangan Sepak Bola Padang Sibabaju, Kampuang Tangah, Jorong Kayu Pasak Timur, Nagari Salareh Aia, dan Lapangan Sepak Bola Jajaran Tantaman, Nagari Tigo Koto Silungkang.

Menerobos lumpur

Editor: Sapto Heru Purnomojoyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |