Pengamat: Stabilitas makro domestik angkat IHSG ke level tertinggi

3 weeks ago 8

Jakarta (ANTARA) - Pengamat pasar modal Reydi Octa mengatakan penguatan berkelanjutan (rally) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditopang oleh stabilitas makroekonomi domestik, mulai dari terjagaya inflasi dan ekspektasi suku bunga yang rendah.

IHSG tercatat kembali menyentuh level tertinggi baru atau all time high (ATH) di level 9.075,41 pada penutupan perdagangan Kamis sore.

"Arus dana domestik yang kuat dan dominan di IHSG, buat harga lebih tahan terhadap guncangan dari eksternal," ujar Reydi saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Kamis.

Selain itu, ia melanjutkan penguatan IHSG juga ditopang oleh kinerja emiten-emiten besar yang relatif solid, seperti emiten sektor perbankan dan saham big cap (berkapitalisasi pasar besar).

"Valuasi IHSG dianggap lebih murah dibandingkan valuasi Bursa negara maju, menjadikan investor masih percaya IHSG bisa stabil, sehingga tekanan eksternal tidak langsung membuat aksi jual agresif," ujar Reydi.

Dari mancanegara, ia menjelaskan sentimen yang masih membayangi adalah ketidakpastian arah kebijakan moneter negara maju, pergerakan mata uang dolar Amerika Serikat (AS), serta tensi geopolitik yang belakangan bereskalasi.

Namun demikian, menurutnya, dampak sentimen tersebut ke pasar saham Indonesia cenderung akan terbatas seiring dengan kuatnya basis investor domestik.

"Namun, dampak ke pasar domestik terbatas karena dana investor domestik mendominasi IHSG," ujar Reydi.

Sementara itu, terkait sektor-sektor yang menopang penguatan IHSG, Reydi mengungkapkan diantaranya sektor perbankan, energi, serta saham-saham konglomerasi yang berkapitalisasi pasar besar.

"Sektor yang menopang IHSG adalah perbankan, energi, serta masih dari saham-saham konglomerasi yang berkapitalisasi besar. Ketiganya menopang IHSG," ujar Reydi.

Data penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis sore, IHSG ditutup menguat 42,83 atau 0,47 persen ke posisi 9.075,41.

Sementara, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 7,34 poin atau 0,83 persen ke posisi 889,43.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 3.373.659 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 50,63 miliar lembar saham senilai Rp28,25 triliun. Sebanyak 339 saham naik, 331 saham menurun, dan 113 tidak bergerak nilainya.

Baca juga: IHSG ditutup menguat di tengah pelemahan mayoritas bursa Asia

Baca juga: IHSG menguat di tengah kekhawatiran ancaman independensi The Fed

Baca juga: IHSG ditutup menguat seiring ekspektasi sikap "dovish" The Fed

Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |