Pemprov Sulteng: Nilai investasi semester I 2026 capai Rp68,7 triliun

2 weeks ago 10

Palu, Sulteng (ANTARA) -

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mencatat realisasi investasi di wilayahnya pada semester I 2026 mencapai sebesar Rp68,70 triliun.

"Realisasi investasi semester I 2026 mencapai Rp68,70 triliun atau 73,17 persen dari target tahunan sebesar Rp93,89 triliun, yang ditetapkan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM," kata Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid di Palu, Sulteng, Kamis.

Dia menjelaskan dibandingkan investasi periode sama 2025, yang tercatat sebesar Rp64,22 triliun, maka tumbuh sebesar 6,97 persen.

Dalam peta investasi nasional, Sulteng menempati posisi keempat untuk realisasi investasi secara keseluruhan dengan kontribusi 6,8 persen dari total Rp1.010,6 triliun.

Investasi itu bersumber dari penanaman modal asing (PMA) menyumbang Rp64,73 triliun atau 94,23 persen dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp3,96 triliun atau 5,77 persen.

Lima besar peringkat investasi nasional yakni DKI Jakarta sebesar Rp173,6 triliun, Jawa Barat sebesar Rp138,1 triliun, Jawa Timur Rp72,7 triliun, Sulteng sebesar Rp68,70 triliun, dan Banten Rp66,3 triliun.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah pada triwulan II 2026 mengalami pertumbuhan sebesar 5,06 persen jika dibandingkan triwulan II 2025.

"Jika kita melihat secara triwulanan (q-to-q), ekonomi Sulawesi Tengah tumbuh sebesar 2,93 persen dibandingkan dengan triwulan I 2026," kata Kepala BPS Sulteng Daryanto.

Dia menjelaskan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku pada triwulan II 2026 mencapai Rp119.514,68 miliar.

Sementara itu, atas dasar harga konstan 2010, nilai PDRB tercatat sebesar Rp59.123,38 miliar

Secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah sepanjang semester I 2026 mencapai 6,64 persen dibandingkan dengan semester I 2025.

Struktur ekonomi Sulawesi Tengah pada triwulan II 2026 masih didominasi oleh tiga lapangan usaha utama, yaitu industri pengolahan dengan kontribusi sebesar 44,37 persen, diikuti oleh pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 15,60 persen, serta pertambangan dan penggalian sebesar 13,79 persen.

Secara kumulatif, ketiga sektor ini menopang 73,75 persen dari total perekonomian daerah.

Baca juga: Sulteng dan UEA perkuat komitmen investasi empat sektor

Baca juga: IMIP catat investasi masuk capai Rp696,91 triliun hingga 2025

Baca juga: BKPM perkuat sinergi capai target investasi Sulteng Rp162,57 triliun

Pewarta: Fauzi
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |