Pemkab Cianjur rekomendasikan puluhan dapur MBG berhenti beroperasi

3 months ago 27

Cianjur (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat melayangkan rekomendasi ke Badan Gizi Nasional (BGN) untuk menghentikan sementara kegiatan puluhan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) karena hingga akhir Oktober belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian di Cianjur, Jumat, menyatakan sudah memberikan batas waktu sampai 31 Oktober 2025 kepada setiap dapur MBG untuk melengkapi seluruh izin termasuk SLHS.

"Kami minta berhenti beroperasi dulu sementara bagi dapur yang belum mengantongi izin lengkap. Itu sesuai kesepakatan sebelumnya saat digelar pertemuan guna antisipasi keracunan masal akibat MBG di Cianjur beberapa waktu lalu," katanya.

Pihaknya melayangkan rekomendasi ke BGN agar dapur MBG yang belum memiliki SLHS berhenti beroperasi untuk sementara sampai mengantongi izin lengkap.

"Keputusannya ada di BGN karena rekomendasi yang kami keluarkan guna memastikan proses seusai ketentuan, sehingga dapur yang belum mengantongi izin mulai besok tidak dulu beroperasi," katanya.

Baca juga: BGN sebut 690 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi telah miliki SLHS

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur Made Setiawan mengatakan hingga batas waktu yang diberikan 31 Oktober, dari 130 dapur yang mengajukan SLHS baru 56 yang sudah mendapatkan sertifikat dan sebagian lainnya masih dalam proses.

"Setelah Bupati Cianjur mewajibkan semua dapur memiliki SLHS, dari empat sekarang sudah naik menjadi 56 dapur, sedangkan sisanya ada yang masih dalam proses dan ada yang belum mengurus sama sekali," katanya.

Dia menjelaskan, dalam satu hari petugas dari dinas terutama tim dari laboratorium hanya dapat melakukan proses pengajuan perizinan untuk 10 dapur MBG, sehingga proses pemeriksaan sampai penerbitan sertifikat membutuhkan waktu.

Terlebih setelah diwajibkan mengantongi izin, banyak pengelola dapur yang mendaftar bersamaan pada hari-hari terakhir, sehingga belum dapat dilakukan proses karena terbatasnya petugas dan waktu yang dibutuhkan.

"Sebagian besar baru mendaftar secara bersamaan di beberapa hari terakhir, sehingga masih banyak dapur yang belum mengantongi izin lengkap termasuk SLHS," katanya.

Baca juga: BGN: Baru10 SPPG di Lebak memiliki SLHS, ditunggu akhir November
Baca juga: Kareg SPPG Kepri catat delapan dapur MBG telah kantongi SLHS

Pewarta: Ahmad Fikri
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |