Pasar Petani Garuda jadi proyek percontohan perlindungan petani Bogor

5 days ago 1
Walaupun pembangunannya belum tuntas, kami mulai menginisiasi Pasar Petani Garuda agar bisa segera dioperasionalkan sebagai titik awal

Kabupaten Bogor (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menjadikan Pasar Petani Garuda di Cibinong sebagai proyek percontohan perlindungan petani lokal, meski pembangunan fisik kawasan tersebut baru terealisasi sekitar 50 persen.

Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan pengoperasian pasar tersebut menjadi langkah awal menghadirkan ruang usaha yang tertata, terdata dan berpihak kepada petani di berbagai wilayah Kabupaten Bogor.

“Walaupun pembangunannya belum tuntas seluruhnya, kami mulai menginisiasi Pasar Petani Garuda agar bisa segera dioperasionalkan sebagai titik awal,” kata Rudy saat meninjau Pasar Petani Garuda di Jalan Tegar Beriman, Cibinong, Jumat.

Ia menjelaskan pasar tersebut dirancang bukan hanya untuk petani tanaman buah, tetapi juga tanaman hias, ikan konsumsi dan ikan hias yang menjadi potensi unggulan Kabupaten Bogor.

Ke depan, konsep serupa dikembangkan di wilayah lain karena petani tidak hanya berada di Kecamatan Cibinong.

Menurut Rudy, saat ini telah terdapat 71 lapak yang mulai beroperasi dari total rencana sekitar 150 lapak.

Seluruh pedagang yang menempati lapak merupakan petani lokal dan terdata oleh Dinas Pertanian dan Hortikultura Kabupaten Bogor.

“Para petani yang berjualan di sini berbayar, tetapi nilainya sangat kecil, hanya Rp100.000 per tahun. Ini untuk kepentingan administrasi dan agar tidak terjadi jual beli lapak oleh pihak lain,” ujarnya.

Ia menambahkan sistem pendataan dan perjanjian kerja sama tersebut bertujuan memastikan lapak benar-benar ditempati petani serta memudahkan pemerintah daerah dalam melakukan pembinaan dan perlindungan usaha.

Rudy juga menyebutkan Pasar Petani Garuda disiapkan sebagai bagian dari strategi ketahanan pangan daerah.

Pemerintah daerah mendorong agar kebutuhan bibit dan tanaman untuk program penghijauan, taman, dan ruang terbuka hijau di Kabupaten Bogor dipenuhi dari petani lokal.

“Ke depan, saat pemerintah membutuhkan tanaman untuk pemeliharaan taman dan lingkungan, kami ingin belanja langsung dari petani Kabupaten Bogor, salah satunya melalui Pasar Petani Garuda,” katanya.

Selain sebagai pusat perdagangan, kawasan tersebut juga direncanakan memiliki fasilitas penunjang seperti mushala dan toilet, serta dikembangkan menjadi ruang edukasi pertanian dan wisata berbasis lingkungan setelah pembangunan fisik diselesaikan.

Baca juga: Pemkab Bogor siapkan pengembangan wisata edukatif berbasis geopark

Baca juga: Bank BJB dan Pemkab Bogor sinergi perluas akses hunian terjangkau

Baca juga: Pemkab Bogor pindahkan jaringan kabel udara ke bawah tanah

Pewarta: M Fikri Setiawan
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |