Samarinda (ANTARA) - Penentuan 1 Ramadhan tahun ini mencatatkan sejarah karena untuk pertama kalinya pemantauan hilal dilakukan langsung dari Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara.
"Kita tidak dapat memberikan keputusan sendiri karena Indonesia itu kan luas dari Sabang sampai Merauke, jadi kita mengikuti pusat," kata Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Timur Abdul Khaliq di Ibu Kota Nusantara, Rabu.
Berdasarkan hasil pantauan tim Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kota Balikpapan, ketinggian hilal di wilayah KIPP IKN tercatat berada pada posisi minus 1,481 derajat.
Data teknis tersebut mengindikasikan bahwa hilal belum memenuhi syarat penetapan 1 Ramadhan sesuai kriteria MABIMS yang mensyaratkan ketinggian minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.
Abdul Khaliq menambahkan bahwa perbedaan metode antara hisab dan rukyatul hilal tidak menutup kemungkinan memunculkan perbedaan penetapan awal puasa di sebagian kalangan masyarakat.
"Harapannya hal ini tidak menjadi polemik karena yang terpenting kita tetap menjaga keutuhan mengingat momentum Ramadhan adalah sarana mendekatkan diri kepada Allah," ujar Abdul Khaliq.
Sementara itu, perwakilan tim Stasiun Geofisika Kota Balikpapan Muhammad Fathan menjelaskan bahwa akurasi pengamatan sangat bergantung pada analisis ketinggian bulan, umur bulan, serta peta elongasi.
"Kalaupun langit cerah, keberadaan objek astronomis lain hingga faktor cuaca seperti awan tebal dapat mengganggu penglihatan sehingga perhitungan harus dilakukan sangat cermat," papar Fathan.
Fathan menyebutkan bahwa segala kendala visual di lapangan tersebut nantinya akan ditengahi melalui kesepakatan kriteria MABIMS dalam forum sidang isbat.
Pemerintah melalui Kementerian Agama telah menyebar titik pemantauan di 96 lokasi di seluruh Indonesia guna mendapatkan data yang komprehensif dan akurat.
Berdasarkan hasil sidang Isbat, Kementerian Agama menetapkan 1 Ramadhan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis (19/2).
Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara Basuki Hadimuljono beserta jajarannya turut hadir secara langsung untuk menyaksikan prosesi pemantauan hilal perdana di ibu kota baru tersebut.
Baca juga: Kemenag: Hilal tak penuhi kriteria MABIMS, awal Ramadhan Kamis
Baca juga: Pemantauan hilal awal Ramadhan digelar di 96 titik di Indonesia
Baca juga: Menteri Agama dijadwalkan tausiah tarawih Ramadhan di Masjid IKN
Pewarta: Ahmad Rifandi
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































