Bontang (ANTARA) - Komisaris BUMN PT Pupuk Indonesia Persero (PI) Rachland S. Nashidik mengatakan pembangunan pabrik soda ash merupakan simbol kemandirian Indonesia di bidang industri kimia dasar.
“Hari ini di bumi Bontang, kita bukan sekadar akan melakukan peletakan batu pertama, tetapi mewujudkan sebuah mimpi yang telah hidup selama 30 tahun sejak 1995, ketika bangsa ini bercita-cita memiliki pabrik soda ash sendiri,” ucapnya dalam agenda seremoni groundbreaking soda ash di Bontang, Kalimantan Timur, Jumat.
Pabrik soda ash yang pertama di Indonesia dibangun oleh PT PI melalui PT Pupuk Kaltim dengan nilai investasi sebesar Rp5 triliun dari pendanaan perseroan dan perbankan nasional. Pabrik ini ditargetkan selesai pada Maret 2028.
Baca juga: Pupuk Indonesia mulai bangun pabrik soda ash pertama di Indonesia
Baca juga: Pupuk Kujang mulai membangun pabrik NPK Nitrat untuk kurangi impor
Baca juga: Menko Zulhas sebut kuota pupuk masih berlebih
Beberapa tujuan membangun pabrik ini yaitu mengurangi ketergantungan Indonesia atas impor soda ash dan hilirisasi produk amoniak sebesar 105 ribu ton per tahun, lalu menurunkan emisi karbondioksida (CO2) melalui penyerapan ekses CO2 sebagai bahan baku soda ash sebesar 174 ribu ton per tahun.
Selanjutnya mendukung ketahanan pangan melalui pemanfaatan ammonium chloride sebagai direct fertilizer (sumber nitrogen) atau campuran bahan baku NPK (Nitrogen, Fosfor, Kalium), serta meningkatkan revenue melalui penjualan soda ash dan ammonium chloride (produk samping hasil pabrik soda ash).
Mengingat Indonesia, untuk soda ash dan ammonium chloride masih mengimpor 100 persen, pihak PT PI mengharapkan pembangunan pabrik tersebut mampu menjadi subtitusi impor sekitar 30 persen.
Artinya, kapasitas produksi pabrik ini untuk ammonium chloride dan soda ash masing-masing 300 ribu MTPY (metrik ton per tahun) dengan target pasar domestik maupun ekspor.
Selama ini, Indonesia masih mengimpor soda ash dan ammonium chloride sebesar 100 persen. Misalnya, pemerintah mengimpor 801,67 ribu soda ash dan 312,67 ribu ammonium chloride pada tahun 2024.
“Langkah ini bukan sekadar efisiensi ekonomi, tetapi lompatan strategis menuju kemandirian industri nasional. Kita tidak lagi hanya menjadi konsumen bahan baku dunia, tetapi produsen yang berdiri di atas kemampuan sendiri,” ungkap Rachland.
Dia juga memuji pembangunan ini karena dibangun dengan semangat ekonomi sirkular dan industri hijau, mengingat gas karbon dari produksi ammonia akan dimanfaatkan kembali sebagai bahan baku soda ash.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Bambang Arwanto menerangkan bahwa soda ash merupakan bahan baku penting bagi berbagai industri strategis. Mulai dari kaca, detergen, tekstil, hingga farmasi.
“Selama ini, Indonesia masih sangat bergantung pada impor untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Kehadiran pabrik ini akan mengubah itu semua. Kaltim akan menjadi center of excellence dalam produksi soda ash, dan Indonesia akan melangkah lebih kokoh dalam mewujudkan kedaulatan industrinya,” ujar Bambang yang membacakan pidato Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud.
Dirinya menganggap pembangunan pabrik ini menjadi contoh konkret bagaimana industri dapat tumbuh tanpa merusak alam karena menerapkan prinsip ekonomi sirkular, dan memberi nilai tambah bagi pembangunan berkelanjutan. Selain itu, keterlibatan 800 pekerja lokal untuk membangun pabrik soda ash dianggap menjadi bukti nyata bahwa pembangunan industri menyentuh kehidupan masyarakat.
Dia mengharapkan pula pelaku industri tetap memprioritaskan tenaga kerja lokal, meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di daerah, dan menjaga kelestarian lingkungan.
Seiring pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kaltim, yang menjadikan daerah ini sebagai episentrum pembangunan nasional, kehadiran pabrik soda ash dinilai akan memperkuat posisi Kaltim dalam rantai pasok industri kimia nasional. Kemudian juga mendukung kebutuhan material untuk pembangunan IKN dan kawasan industri lain di wilayah ini.
Pihaknya memastikan akan terus mendukung penuh iklim investasi yang sehat, mempercepat perizinan, memperkuat infrastruktur, dan memastikan keamanan serta kenyamanan berusaha bagi investor.
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni turut mengharapkan pembangunan pabrik ini berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi kota Bontang dan pembukaan lapangan pekerjaan bagi warga lokal.
“Mudah-mudahan kota Bontang menjadi kota yang terdepan dengan industri hilirnya,” ujar Neni.
Baca juga: Mentan alihkan pengecer pupuk bermasalah ke Kopdes Merah Putih
Baca juga: Mentan cabut izin 190 kios pupuk tak patuhi HET turun 20 persen
Baca juga: Pemkab Gorontalo siap kembangkan IKM pertanian ramah lingkungan
Pewarta: M Baqir Idrus Alatas
Editor: Indra Arief Pribadi
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































