Otoritas: Puluhan warga Malaysia hilang kontak di Nepal dan China

3 weeks ago 30

Kuala Lumpur (ANTARA) - Kementerian Luar Negeri Malaysia (Wisma Putra) mengonfirmasi, hingga Sabtu pukul 20.00 waktu Malaysia, sedikitnya 91 warga negara Malaysia tidak dapat dihubungi atau hilang kontak, di tengah bencana banjir bandang di perbatasan Nepal-China.

Wisma Putra menyampaikan 91 warga negara Malaysia itu, 55 di antaranya hilang kontak di Nepal dan 36 lainnya hilang kontak di China.

Kemlu Malaysia menyatakan terus bekerja sama dengan pihak berwenang di China dan Nepal, serta melakukan verifikasi silang informasi dari kedua negara untuk mengidentifikasi kemungkinan adanya duplikasi dalam laporan yang diterima.

Pemerintah Malaysia meminta media dan masyarakat senantiasa merujuk angka resmi yang dikeluarkan Kementerian Luar Negeri Malaysia, dalam pemberitaan mengenai warga negara Malaysia yang terdampak situasi di Nepal dan China.

Wisma Putra menyampaikan angka tersebut akan terus diperbarui ketika komunikasi berhasil dilakukan dengan warga negara Malaysia yang masih belum dapat dihubungi, serta ketika informasi lebih lanjut diterima dari pihak berwenang dan anggota keluarga.

Otoritas Malaysia juga menekankan bahwa sesuai dengan prosedur konsuler yang telah ditetapkan, perkembangan mengenai kasus individu disampaikan secara langsung kepada keluarga terdekat yang telah terverifikasi.

Pejabat konsuler Malaysia telah menghubungi keluarga terdekat yang telah teridentifikasi berdasarkan informasi yang tersedia untuk menyampaikan perkembangan terkini.

Wisma Putra menekankan informasi pribadi tidak akan diungkapkan kepada publik tanpa izin dari keluarga terdekat.

Baca juga: China dan Nepal perkuat kerja sama darurat atasi banjir bandang

Baca juga: Nepal batalkan penolakan bantuan asing untuk operasi penyelamatan

Baca juga: Delapan warga Rusia hilang di zona bencana perbatasan China-Nepal

Pewarta: Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |