Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Oesman Sapta Odang (OSO) menyoroti empati Presiden Prabowo Subianto yang merayakan Tahun Baru bersama para pengungsi di Posko Batu Hula, Batang Toru, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.
"Ini adalah satu kebijaksanaan mengenai Presiden berada di tempat musibah. Itu adalah tentu sesuatu yang baik, sesuatu yang mengingatkan bahwa Ia berada di tempat dan di saat yang tepat," kata OSO di Jakarta, Kamis.
OSO menyebut tidak semua pemimpin punya keberanian dan kepedulian untuk hadir langsung ke lokasi bencana dan duduk bersama dengan masyarakat terdampak.
Menurutnya, kehadiran orang nomor satu Indonesia di tengah para pengungsi turut memberikan kekuatan moral dan menekankan bahwa negara hadir di tengah masyarakat dalam suka dan duka.
Lebih lanjut, OSO menegaskan sikap Presiden Prabowo harus menjadi teladan bagi seluruh pemimpin dan pejabat pemerintahan di berbagai tingkatan.
“Pemimpin harus ada di sekitar rakyatnya ketika mereka sedang menderita. Itu adalah tanggung jawab moral yang tidak bisa diabaikan,” tutur OSO.
Sebelumnya, Presiden Prabowo tiba di Posko Pengungsian Batu Hula, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, menjelang pergantian Tahun Baru, Rabu (31/12) malam.
Wartawan ANTARA melaporkan, Presiden Prabowo tiba di posko tersebut pada pukul 23.30 WIB mengenakan pakaian safari berwarna krem.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintahan yang dipimpinnya tidak akan meninggalkan rakyat yang terdampak musibah saat memberikan sambutan di posko pengungsian Batu Hula, Batang Toru, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Rabu (31/12) malam.
"Dan percayalah bahwa pemerintahmu, bahwa pemimpin-pemimpinmu, bahwa presidenmu tidak akan pernah meninggalkan saudara-saudara sekalian," kata Prabowo.
Presiden menyampaikan dirinya telah menugaskan para menteri untuk turun langsung ke daerah-daerah terdampak guna mengecek, melihat, dan memantau perkembangan penanganan di lapangan.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari tanggung jawab pemerintah terhadap rakyat, lanjutnya.
Pewarta: Fianda Sjofjan Rassat
Editor: Agus Setiawan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































