Jakarta (ANTARA) - Ombudsman RI menegaskan integritas merupakan kunci utama bagi aparatur sipil negara dalam membangun sistem pelayanan publik yang bersih dan akuntabel.
Sekretaris Jenderal Ombudsman RI Suganda Pandapotan Pasaribu mengatakan integritas bisa mencegah dan memberantas fraud (kecurangan) karena karakter integritas pada dasarnya meliputi keberanian, pengendalian diri, kejujuran, dan bijaksana.
"Tanpa adanya integritas dalam diri seseorang, hampir mustahil fraud dapat diberantas. Sebaik dan sesempurna apa pun sebuah sistem akan menjadi sistem yang korup apabila dijalankan oleh orang-orang yang korup dan tidak berintegritas," ucap Suganda pada kegiatan Sosialisasi Penguatan Integritas di Jakarta, Rabu (29/10), seperti dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.
Dengan begitu, ia mengajak para calon pegawai negeri sipil (CPNS) untuk menanamkan nilai integritas sejak dini sebagai upaya mencegah praktik gratifikasi dan tindak pidana korupsi di lingkungan birokrasi.
Ia menjelaskan penguatan integritas ASN perlu dilakukan melalui tiga pendekatan utama, yaitu meningkatkan kesadaran individu, memperkuat sistem, dan menumbuhkan partisipasi aktif ASN dalam pencegahan gratifikasi dan korupsi.
Suganda menambahkan ASN harus mampu membangun kesadaran antikorupsi sebagai bagian dari identitas kerjanya.
Selain itu, dia juga menekankan pentingnya semangat "Bangga Melayani Bangsa" sebagai bentuk employer branding ASN.
Menurutnya, semangat tersebut menjadi landasan moral bagi ASN untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan profesionalisme dan kejujuran.
Adapun Sosialisasi Penguatan Integritas bertajuk "Anti-Gratifikasi dan Pencegahan Tindak Pidana Korupsi bagi CPNS Tahun Anggaran 2025" tersebut diikuti 47 CPNS Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama.
Kegiatan yang berlangsung interaktif itu juga diisi dengan sesi tanya jawab dan diskusi terkait pencegahan malaadministrasi, seperti kolusi, nepotisme, dan pelayanan berlarut.
Suganda mengingatkan malaadministrasi yang dibiarkan akan berkembang menjadi budaya korupsi jika tidak dicegah sejak awal.
Melalui kegiatan tersebut, ia pun berharap para CPNS mampu menginternalisasi nilai-nilai ASN Ber-AKHLAK serta menumbuhkan komitmen menjadi aparatur yang bersih, melayani, dan menjadi garda terdepan dalam membangun birokrasi yang bebas dari korupsi.
Pewarta: Agatha Olivia Victoria
Editor: Didik Kusbiantoro
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































