Jakarta (ANTARA) - Ombudsman RI (ORI) mendorong adanya komunikasi dua arah antara Badan Gizi Nasional (BGN) dengan para mitra program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam merumuskan kebijakan demi tata kelola yang lebih baik.
Dalam pertemuan antara Ombudsman RI dengan Presidium Mitra MBG tersebut di Jakarta, Kamis (2/7), para mitra menyampaikan sejumlah persoalan, di antaranya belum optimalnya komunikasi antara BGN dengan mitra dalam penyusunan maupun pelaksanaan kebijakan.
"Ombudsman ingin menjadi katalisator dan mediator untuk membangun komunikasi, bagaimana kami harus mendengar aspirasi semua pihak dalam rangka mengambil keputusan agar lebih soft dan bisa diterima oleh masyarakat," ucap anggota Ombudsman RI Nuzran Joher, seperti dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.
Ombudsman pun akan membahas secara internal aspirasi terkait perbaikan tata kelola program MBG dan mengembangkannya melalui Respons Cepat Ombudsman (RCO) atau Investigasi Atas Prakarsa Sendiri (IAPS).
Sementara itu, anggota Ombudsman RI Fikri Yasin menjelaskan sebelumnya Ombudsman telah memberikan sejumlah saran perbaikan kepada berbagai pihak terkait mengenai penyelenggaraan program MBG.
Menurutnya, aspirasi yang diterima pada pertemuan tersebut akan menjadi bahan pertimbangan ORI dalam menentukan langkah tindak lanjut.
Dengan demikian, ORI memandang positif pertemuan dalam rangka mendorong pembenahan tata kelola MBG.
"Bagaimana pun niatan awal pemerintah sudah baik, tapi cara dan prosesnya yang perlu dibenahi dan dikoreksi. MBG ini salah satu program untuk menghidupkan ekonomi," ucap Fikri.
Selain itu, kata dia, ORI juga berencana untuk menyampaikan hasil audiensi itu kepada Kepala BGN beserta pihak-pihak terkait untuk membuka ruang dialog yang konstruktif.
Sebelumnya, Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Iklim Hashim Djojohadikusumo menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk anak-anak dan ibu hamil tidak akan berhenti.
Hashim dalam sambutannya pada Pelantikan dan Pengukuhan DPP, DPD, dan DPC Srikandi Jaga Desa, cabang organisasi Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (Abpednas), di Jakarta, Jumat (3/7) malam, menegaskan bahwa MBG merupakan tekad Presiden Prabowo Subianto.
"Saya kira sudah bukan rahasia lagi bahwa pemerintah sudah bertekad untuk melanjutkan program MBG, tidak akan berhenti sampai nanti kita berhasil. Kita berikan makanan yang bergizi untuk semua anak-anak dan ibu-ibu hamil yang perlu makanan bergizi. Itu sudah ada tekad, itu janji kampanye Prabowo Subianto, tidak akan berhenti, akan dilanjutkan," katanya.
Program MBG, kata Hashim, merupakan ide Presiden Prabowo sejak sekitar 2006. Dia mengatakan Prabowo bercita-cita memperbaiki kesehatan anak-anak Indonesia yang menderita stunting.
Baca juga: Ombudsman desak pembenahan tata kelola mendasar di BGN dan Kemenimipas
Baca juga: Pimpinan BGN temui KPK bahas tindak lanjut kajian tata kelola MBG
Baca juga: KSP pastikan pembenahan tata kelola MBG tak kurangi layanan
Pewarta: Agatha Olivia Victoria
Editor: Benardy Ferdiansyah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































