NTB berpotensi kembali diguyur hujan setelah siklon tropis meluruh

1 week ago 11

Mataram (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan kembali berpotensi mengguyur Nusa Tenggara Barat (NTB) akibat eksistensi Siklon Tropis Luana yang telah meluruh di wilayah Australia.

Ketua Kelompok Kerja Observasi, Data, dan Informasi Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid BMKG NTB Ari Wibianto mengatakan beberapa hari terakhir sempat tidak ada hujan, karena massa udara ditarik oleh siklon tropis yang bergerak ke selatan Australia.

Baca juga: Eks Siklon Luana, waspada angin kencang hingga 3 hari ke depan di NTB

"Saat ini siklon sudah mulai menjauh," ujarnya dalam siniar Gerbang Mendengar ANTARA di Mataram, Senin.

Ari menjelaskan sirkulasi angin di kawasan Nusa Tenggara Barat berangsur normal. Monsun Asia atau angin baratan mulai menguat dan membawa kembali uap air dari Samudera Hindia ke wilayah NTB.

Ketika Siklon Tropis Luana berlangsung di wilayah barat Australia, awan-awan hujan dari Samudera Hindia yang seharusnya mengarah ke NTB justru dibelokkan ke Australia akibat keberadaan pusat tekanan rendah tersebut.

"Angin bergerak dari tekanan tinggi ke tekanan rendah, sehingga awan-awan hujan ketarik siklon tropis membuat langit NTB hanya ditutupi sedikit awan," papar Ari.

Baca juga: BMKG: Waspada angin kencang dampak Siklon Luana di Jateng selatan

Baca juga: Gelombang laut berangsur kondusif imbas siklon tropis menjauh dari NTB

Berdasarkan analisa BMKG, daerah yang berpotensi turun hujan dalam beberapa hari ke depan, antara lain Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa Barat, dan Bima.

Ari mengimbau masyarakat untuk selalu memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi BMKG serta mewaspadai potensi cuaca ekstrem yang terjadi mengingat puncak musim hujan masih berlangsung hingga Februari 2026.

Pewarta: Sugiharto Purnama
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |