Banyuwangi (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono meninjau progres revitalisasi Pasar Induk dan Asrama Inggrisan di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, pada Jumat.
Menko AHY didampingi Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak saat meninjau dua bangunan bersejarah tersebut yang saat ini direvitalisasi Kementerian Pekerjaan Umum dan akan dijadikan pusat perbelanjaan yang menyatu dengan kawasan wisata heritage.
"Kami meninjau lokasi Pasar Induk Banyuwangi yang saat ini tengah direvitalisasi, dan proyek ini sudah dikerjakan kurang lebih selama satu tahun dan diharapkan selesai pada akhir tahun 2025 agar segera dapat dimanfaatkan oleh masyarakat," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Menko AHY juga mengaku terkesan dengan arsitektur Pasar Induk Banyuwangi dan Inggrisan yang tetap mempertahankan sejarah serta menonjolkan kearifan lokal.
"Arsitekturnya menarik sekali karena tetap berusaha mempertahankan kekhasan Banyuwangi, dan bahkan tadi ada sebagian yang juga dipertahankan sebagai heritage," katanya.
Revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi ini, katanya, diharapkan bisa semakin menghidupkan pasar dari sebelumnya, dan dengan hadirnya pasar induk yang telah direvitalisasi itu akan semakin menggeliatkan ekonomi masyarakat di kabupaten ujung timur Pulau Jawa itu.
"Para penjual dan para pembeli bisa nyaman datang ke tempat ini, berbelanja, berjualan dan sekali lagi bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memajukan Kabupaten Banyuwangi," kata Menko AHY.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat yang terus mendukung kemajuan Banyuwangi.
"Semoga nantinya pasar dan Asrama Inggrisan yang tampil dengan wajah baru ini bisa menjadi destinasi baru bagi wisatawan, sehingga semakin menggeliatkan ekonomi warga kami," kata Ipuk.
Pasar Induk Banyuwangi dibangun di atas lahan 10.600 meter persegi dengan dua bangunan utama, yakni pasar sisi utara dengan bangunan dua lantai terdiri dari 209 los/kios dan pasar sisi selatan dengan bangunan dua lantai memiliki 568 kios/los.
Secara keseluruhan, luas bangunan utama pasar adalah 15.872 meter persegi dengan kapasitas 777 kios/los, yang terdiri dari 194 kios dan 583 los.
Pengerjaan revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi dan Asrama Inggrisan ditargetkan tuntas akhir 2025, dan bisa beroperasi Januari 2026.
Kedua bangunan tersebut mulai direvitalisasi oleh Kementerian PU pada Oktober 2024, dengan anggaran total Rp152 miliar.
Pasar Induk Banyuwangi didesain memiliki gedung utama yang terdiri atas dua lantai dengan arsitektur khas Osing Banyuwangi.
Sementara Asrama Inggrisan merupakan salah satu objek cagar budaya. Asrama Inggrisan direvitalisasi sesuai ketentuan perundangan yang mengatur tentang cagar budaya. Orisinalitas bangunannya akan tetap dipertahankan. Nantinya akan menjadi destinasi wisata sejarah dan edukasi yang semakin meningkatkan daya tarik wisatawan.
Asrama Inggrisan merupakan komplek perkantoran telegrap yang menjadi penghubung dunia. Pada 1871, untuk pertama kalinya, Eropa dengan Australia tersambung kabel telegrap bawah laut. Di mana saat itu, Banyuwangi menjadi titik penghubungnya.
Baca juga: Kementerian PU revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi dukung perekonomian
Baca juga: Menteri PUPR tinjau revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi
Baca juga: Menko AHY siapkan pembangunan infrastruktur digital yang berdampak
Pewarta: Novi Husdinariyanto
Editor: Biqwanto Situmorang
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































