Jakarta (ANTARA) - Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon, mendorong ekonomi budaya Banten dan menegaskan peran strategis Balai Pelestarian Kebudayaan dalam menjaga warisan budaya Provinsi Banten yang kaya.
Hal ini ia sampaikan dalam keterangan resminya, Senin, saat kunjungan kerja ke Kawasan Banten Lama, dalam Temu Wicara: “Merawat Budaya dan Nilai Luhur.”
Kegiatan yang diinisiasi oleh Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah VIII tersebut mengadakan ruang dialog yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan di antaranya pemerintah, tokoh masyarakat, pelestari, serta pelaku budaya sangat penting untuk mendiskusikan makna, tantangan, serta strategi nyata dalam merawat kebudayaan dan benda pusaka di era modern.
Dalam kesempatan tersebut, Fadli Zon juga mengapresiasi potensi budaya Banten yang luar biasa, baik tangible maupun intangible.
Menteri Fadli menjelaskan bahwa warisan budaya mencakup dua ranah besar: warisan budaya benda dan warisan budaya tak benda.
Menurutnya, saat ini Direktorat Warisan Budaya di bawah Kementerian Kebudayaan tengah mempercepat proses pendaftaran dan pelindungan keduanya.
Baca juga: Kementerian Kebudayaan telah resmikan 15 museum selama setahun
Selanjutnya Menbud menegaskan bahwa amanat Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan bukan hanya melindungi kebudayaan, tetapi juga mengembangkan, memanfaatkan, dan membina.
Budaya, baik yang berwujud benda maupun nilai, perlu dirawat sekaligus dimajukan agar memberi manfaat ekonomi dan menjadi bagian dari industri budaya masa depan.
Pada kesempatan berikutnya, Wakil Wali Kota Serang, Nur Agis Aulia, menyampaikan bahwa Kota Serang memiliki potensi sejarah dan budaya yang luar biasa, namun belum dioptimalkan sepenuhnya.
Menurutnya, Pemerintah Kota Serang kini tengah menyusun Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD) sebagai dasar untuk memasukkan kebudayaan dalam perencanaan pembangunan daerah.
“Kita ingin menjadikan kebudayaan sebagai salah satu pilar pembangunan daerah, dan kuncinya adalah kolaborasi. Tidak ada seniman atau budayawan yang paling hebat, yang penting adalah ruang dialog dan kerja bersama," ujarnya.
Sejalan dengan hal tersebut, keturunan keluarga bangsawan Banten yang memiliki peran penting di masa kolonial Belanda, yakni Ferry Ardianto Djajadiningrat, menyampaikan bahwa bagi keluarga Djajadiningrat, Banten bukan sekadar tanah leluhur, tetapi juga sumber nilai yang dibawa dalam kehidupan sehari-hari.
Baca juga: Menteri Kebudayaan: Buku sejarah Indonesia masih dalam penyuntingan
Setiap benda peninggalan yang diwariskan, baik itu keris, foto, dokumen, maupun manuskrip, menurutnya, bukan hanya objek sejarah, melainkan simbol karakter dan perjuangan keluarga.
"Pelestarian benda-benda pusaka dilakukan bukan dengan cara mengurungnya di lemari, melainkan dengan merawat maknanya. Jika hanya disimpan, mereka menjadi mati. Jika dituturkan, dia hidup kembali lewat cerita, lewat pendidikan, lewat foto-foto yang menghidupkan kembali masa lalu,” ungkapnya.
Adapun Temu Wicara: “Merawat Budaya dan Nilai Luhur diikuti oleh 60 peserta yang terdiri atas pemerintah daerah, pelaku budaya, seniman, akademisi, mahasiswa, komunitas seni, dan masyarakat umum.
Melalui kegiatan ini diharapkan menjadi ruang dialog antara pemerintah, tokoh budaya, dan masyarakat dalam merumuskan upaya konkret menjaga budaya dan nilai luhur bangsa.
Hadir mendampingi Menteri Kebudayaan, pada kesempatan ini Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, Restu Gunawan dan Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah VIII, Lita Rahmiati.
Diskusi yang berlangsung menunjukkan bahwa pelestarian budaya adalah tanggung jawab bersama yang memerlukan keseimbangan antara kebijakan nasional, dukungan daerah, dan keterlibatan masyarakat.
Budaya bukan sekadar warisan yang dijaga, tetapi sumber kehidup an yang terus tumbuh, menyesuaikan diri dengan zaman tanpa kehilangan akar nilai luhurnya.
Melalui kegiatan temu wicara ini juga diharapkan dapat tumbuh kesadaran bersama bahwa merawat budaya dan nilai luhur bukan sekadar menjaga masa lalu, tetapi menyiapkan masa depan yang berakar pada jati diri bangsa.
Baca juga: Fadli Zon usulkan sekolah kejuruan pemugaran cagar budaya
Baca juga: Menteri Kebudayaan siapkan repatriasi koleksi kolonial dari Belanda
Pewarta: Pamela Sakina
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































