Tanjungpinang (ANTARA) - Menteri Agama (Menag) RI Nasaruddin Umar menekankan pentingnya penguatan mental dan spiritual bagi Aparatur Sipil Negara atau ASN di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
Menag mengajak seluruh jajaran Kemenag Kepri untuk mendalami filosofi di balik makna ikhlas, syukur, dan sabar. Ia juga mengingatkan ekspektasi masyarakat terhadap Kemenag sangatlah tinggi.
"Masyarakat menghendaki kita seperti malaikat. Tidak gampang menjadi pegawai Kemenag, harus tahan uji," kata Menag Nasaruddin Umar di hadapan para ASN di Kanwil Kemenag Kepri, Senggarang, Kota Tanjungpinang, Kamis.
Dalam arahannya Menag Nasaruddin membedah terminologi spiritual yang menjadi landasan bekerja. Terkait slogan Kemenag "Ikhlas Beramal", ia mendorong ASN tidak sekadar menjadi mukhlis, melainkan naik kelas menjadi mukhlas.
Baca juga: Menag RI sebut Isra Miraj momentum tingkatkan kualitas spritual
"Kalau mukhlis itu masih bisa tergoda iblis. Tapi kalau mukhlas, iblis pernah bersumpah akan menggoda anak cucu Adam sampai detik terakhir kehidupan umat manusia, kecuali hambanya yang sudah sampai ke titik mukhlas," ucap Menag Nasaruddin Umar.
Begitu pula dengan rasa syukur. Menag membedakan antara syukur (mensyukuri nikmat) dengan syakur. Menurut dia, seorang syakur adalah pribadi yang mampu mensyukuri apapun yang datang dari Tuhan, termasuk dalam situasi sulit atau musibah.
“Jadilah as-syakur. Tuhan itu Maha Baik, jadi tidak mungkin ada sesuatu yang buruk dari yang Maha Baik itu, hanya kita tidak tahu apa hikmah di baliknya. Zona sulit itu lebih mendekatkan kita kepada Tuhan,” ucap Menag Nasaruddin Umar.
Baca juga: Di rakor, Menag ingatkan efisiensi dan kurangi perjalanan dinas
Lebih lanjut Menag meminta ASN Kemenag Kepri memiliki tingkat kesabaran as-shobur. Ia mengibaratkan kualitas ini seperti membalas air tuba dengan air susu.
"Meski difitnah atau dimaki, tetaplah bilang terima kasih, tetaplah berdakwah, dan tetap membantu. Itulah as-shobur," ujar Menag Nasaruddin Umar.
Imam Besar Masjid Istiqlal itu turut mengingatkan agar para pegawai Kemenag untuk menjaga integritas dengan menjauhi konsumsi barang haram demi menjaga kebersihan hati dan jiwa.
Ia menyebut tidak mungkin bersih pikiran jiwa dan hati seseorang, jika mengonsumsi barang-barang haram. "Semua daging yang tumbuh dari barang haram, semua akan dicuci oleh api neraka," kata Menag Nasaruddin Umar.
Baca juga: Pantau persiapan Masjid Negara, Menag: Kemenag segera berkantor di IKN
Pewarta: Ogen
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































