Gayo Lues, Aceh (ANTARA) - Sejumlah masyarakat di Desa Pintu Rime, Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues, Aceh merasa senang setelah listrik yang sebelumnya sempat padam selama hampir dua bulan kini kembali menyala.
Feri (24) saat ditemui ANTARA di Gayo Lues, Jumat mengatakan listrik di wilayah tersebut telah menyala secara penuh tanpa bantuan generator set (genset) sejak Selasa (27/1) lalu.
"Alhamdulillah, sebelumnya sempat menyala tapi pakai genset. Sekarang sudah tidak," katanya.
Feri mengaku dirinya sangat terbantu atas kehadiran listrik, sebab hal tersebut memudahkannya dalam berkomunikasi dengan sanak famili.
Senada dengan Feri, Andri (12) juga terbantu sebab listrik yang menyala membantunya dalam belajar, khususnya di malam hari.
"Senang juga, karena sekarang TV bisa menyala," ucapnya.
Baca juga: 99 SMK teken kerja sama rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana
Terpisah, sebelumnya Manager ULP PLN Blangkejeren Isnan Ananda melaporkan kondisi kelistrikan di Gayo Lues saat ini telah pulih 94 Persen.
"PLN saat ini memfokuskan pemulihan jaringan di Kecamatan Pining," ucapnya.
Sementara, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengatakan kerja kolaboratif lintas sektor telah membuahkan kemajuan nyata di berbagai daerah terdampak di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.
Ia menggarisbawahi perbaikan infrastruktur dasar seperti jembatan, sekolah, rumah ibadah, pasar, dan fasilitas umum terus dikebut. Layanan dasar seperti listrik, internet, SPBU, air bersih, serta distribusi gas LPG juga terus dipulihkan secara bertahap.
“Banyak kemajuan yang sudah kita capai dalam memulihkan wilayah-wilayah terdampak di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat,” kata Tito (26/1).
Baca juga: Istri TNI bantu pulihkan trauma anak-anak terdampak bencana di Aceh
Baca juga: Pidie Jaya tanam 300 pohon untuk pemulihan lahan pascabencana
Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































