Kuala Lumpur (ANTARA) - Pemerintah Malaysia mengirimkan Tim Pencarian dan Penyelamatan Khusus Malaysia (SMART) untuk membantu operasi pencarian dan penyelamatan terhadap korban banjir bandang di perbatasan Nepal dan China.
Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim, dalam pernyataannya di Kuala Lumpur, Minggu, menyatakan telah memerintahkan jajarannya untuk berkoordinasi dengan Pemerintah Nepal agar tim tersebut dapat dikerahkan sesegera mungkin.
"Tim SMART juga diberi amanah untuk mendeteksi dan membawa pulang warga Malaysia yang terdampak, selain membantu Kedutaan Besar Malaysia di Nepal mengoordinasikan bantuan serta memastikan keselamatan dan kesejahteraan mereka," kata Anwar Ibrahim.
Malaysia juga akan menyalurkan bantuan senilai 1 juta dolar AS kepada Nepal untuk membantu para korban yang terdampak serta mendukung upaya pemulihan pascabencana.
Sebelumnya, Pemerintah Nepal membatalkan keputusan untuk menolak bantuan dari negara lain dalam operasi penyelamatan pasca-banjir bandang yang menewaskan ratusan korban jiwa di tengah "tekanan" dari negara-negara lain.
Menurut data otoritas Nepal ratusan orang tewas dan ribuan lainnya masih dinyatakan hilang menyusul peristiwa banjir bandang tersebut.
Baca juga: 261 wisatawan asing diselamatkan pascabanjir bandang Nepal
Baca juga: Korban tewas banjir bandang Nepal-China capai 633, hampir 3.000 hilang
Baca juga: Otoritas: Puluhan warga Malaysia hilang kontak di Nepal dan China
Pewarta: Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































