Komisi VII DPR nilai konsep UMKM di Sarinah perlu diduplikasi daerah

2 weeks ago 5

Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia Chalim menilai bahwa konsep pemasaran atau marketing untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui tenant-tenant yang ada di Sarinah, Jakarta, perlu diduplikasi oleh daerah-daerah lainnya selain Jakarta.

Dia mengatakan bahwa permasalahan UMKM yang terjadi saat ini adalah pemasaran. Menurut dia, Sarinah kini menjadi sentra bagi UMKM dengan kelas yang bisa diterima oleh publik.

"Ini harapan bagi UMKM kita, karena UMKM kita kan selama ini kesulitan dalam soal marketing," kata Chusnunia saat agenda kunjungan kerja Komisi VII DPR RI ke Sarinah, Jakarta, Kamis.

Karena UMKM mengalami kesulitan marketing, menurut dia, produk-produk dalam negeri akhirnya kalah dengan produk impor. Meski ada permasalahan harga, menurut dia, semua pihak perlu berbicara keberpihakan bagi UMKM.

"Kalau kita bicara keberpihakan kepada produk lokal, ini kelihatan konkretnya Sarinah ini," kata dia.

Dia menyampaikan bahwa Sarinah memiliki sekitar 500 tenant bagi UMKM. Namun, menurut dia, Indonesia memiliki sekitar 65 juta UMKM yang juga perlu dipikirkan.

Di sisi lain, dia pun meminta kepada para pelaku UMKM yang sudah sukses setelah tampil di Sarinah, untuk turut membantu meningkatkan kualitas UMKM yang masih berproses.

"Nah mungkin dari kisah sukses di sini bisa ditularkan kepada UMKM yang lain yang belum rasain gimana sukses untuk akses apa namanya jualan di sini," katanya.

Baca juga: Komisi VII DPR minta pemerintah atasi food waste daerah wisata

Baca juga: Komisi VII DPR rapat dengan BSN-ANTARA bahas realisasi anggaran 2025

Pewarta: Bagus Ahmad Rizaldi
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |