Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Nasyirul Falah Amru menilai kehadiran Presiden Prabowo Subianto di lokasi pemusnahan barang bukti narkoba sitaan Polri, Jakarta, Rabu, merupakan bentuk dukungan moral bagi Polri dan seluruh pihak yang terlibat dalam pemberantasan narkoba.
"Komitmen kuat pemerintah dalam memberantas peredaran narkotika ditunjukkan melalui aksi nyata yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto melalui kehadirannya di Lapangan Bhayangkara, Mabes Polri hari ini," ujar pria yang akrab disapa Gus Falah tersebut dalam keterangan tertulis.
Maka dari itu, dirinya mengapresiasi kehadiran Presiden dan menilai aksi pemusnahan barang bukti narkoba tersebut mempertegas langkah pemerintah dalam mewujudkan visi Indonesia Emas yang bersih dari narkoba.
Gus Falah berharap dukungan penuh dari pimpinan tertinggi negara itu bisa terus memotivasi aparat dan masyarakat untuk terus berjuang dalam menciptakan lingkungan yang jauh dari ancaman narkoba.
"Ke depannya, seluruh aparatur negara tetap harus berupaya menjadikan Indonesia sebagai 'kuburan' bagi para pengedar narkoba dan jaringannya," tuturnya.
Adapun Prabowo menghadiri kegiatan pemusnahan barang bukti narkoba seberat 214,84 ton dengan nilai mencapai Rp29,37 triliun di Lapangan Bhayangkara, Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).
Dengan mengenakan sarung tangan hitam, Presiden meninjau barang bukti narkoba seberat 2,1 ton yang dipamerkan di lokasi kegiatan, sebagai bagian dari total 214,84 ton narkoba hasil sitaan Polri selama periode Oktober 2024 hingga Oktober 2025.
Dalam kesempatan itu, Presiden secara simbolis memusnahkan 2 paket bungkusan narkoba ke dalam mesin pemusnah. Kegiatan itu turut disaksikan oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang mendampingi Presiden selama peninjauan.
Sepanjang periode Oktober 2024 hingga Oktober 2025, Polri mencatat pengungkapan 49.306 kasus narkoba dengan total 65.572 tersangka. Selain itu, Polri juga melaksanakan 1.898 program rehabilitasi bagi penyalahguna narkoba melalui pendekatan keadilan restoratif.
Baca juga: Prabowo ungkap modus kartel selundupkan narkoba via kapal selam
Baca juga: Prabowo: Hasil penghematan dan penyitaan diinvestasikan ke pendidikan
Pewarta: Agatha Olivia Victoria
Editor: Budi Suyanto
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































