Jakarta (ANTARA) - Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) bersama Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) menginisiasi Aksi Bhakti Desa Bersih-Bersih Rumah Ibadah dilakukan serentak di seluruh desa di Jawa Tengah.
Direktur Pengurangan Sampah dan Pengembangan Ekonomi Sirkular KLH/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Agus Rusli dikonfirmasi dari Jakarta, Sabtu, menyatakan kegiatan itu bagian dari rangkaian peringatan Hari Desa 2026 dengan puncak peringatan jatuh pada 15 Januari 2026.
"Rumah ibadah adalah fasilitas publik yang menjadi pusat aktivitas sosial masyarakat desa. Menjaga kebersihannya berarti menjaga kualitas lingkungan, kesehatan, dan nilai-nilai kebersamaan," katanya.
Melalui Bhakti Desa ini, pihaknya ingin mendorong perubahan perilaku pengelolaan sampah langsung dari sumber.
Aksi Bhakti Desa Bersih Bersih Rumah Ibadah melibatkan masyarakat desa, relawan, pengurus rumah ibadah, serta pendamping desa di 29 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Sasaran kegiatan meliputi masjid, gereja, pura, wihara, dan rumah ibadah lainnya, sebagai wujud nyata toleransi beragama dan semangat gotong royong.
Baca juga: Menteri LH dukung Bali jadi pelopor kelola sampah tanpa open dumping
KLH/BPLH memandang rumah ibadah memiliki peran strategis sebagai ruang edukasi publik yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
Bhakti Desa juga menjadi sarana memperkuat kolaborasi lintas sektor antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pemerintah desa, dunia usaha, serta komunitas lokal dalam mendukung agenda nasional pengurangan sampah dan pengendalian pencemaran lingkungan.
"Kami juga berharap Bhakti Desa ini menjadi contoh praktik baik yang dapat direplikasi secara nasional. Desa adalah fondasi Indonesia, dan lingkungan desa yang bersih adalah prasyarat pembangunan yang berkelanjutan," tuturnya.
Kepala Badan Pengembangan dan Informasi Desa dan Daerah Tertinggal Kemendes PDT Mulyadin Malik mengatakan Bhakti Desa merupakan refleksi nilai-nilai utama desa, yakni kebersamaan, toleransi, dan kepedulian sosial.
"Kami berharap kegiatan ini menjadi semangat gotong royong dan toleransi antar-umat beragama di tengah masyarakat desa, sekaligus meningkatkan kepedulian warga terhadap lingkungan," katanya.
Baca juga: Mendes sebut Hari Desa 2026 dihadiri 100 ribu orang
Baca juga: Menteri LH ingatkan sampah bukan berkah tapi masalah perlu ditangani
Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































