Kemenkop dorong sinergi Kopdes dan Kampung Nelayan Merah Putih

3 months ago 29

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Koperasi mendorong pengembangan ekonomi masyarakat pedesaan melalui sinergi kelembagaan antara Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), dan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN).

Dalam kegiatan Bimbingan Teknis Pemetaan Potensi Usaha Kopdes Merah Putih di Labuan Bajo, NTT, Jumat, Asisten Deputi Pemetaan Potensi Usaha Koperasi Kemenkop Lely Hiswendari mengatakan Kemenkop mendorong terbentuknya rantai nilai ekonomi lokal yang tangguh dan berkelanjutan melalui sinergi pemerintah, dunia usaha, dan koperasi.

“Terutama pada sektor agromaritim dan ketahanan pangan,” katanya dikutip dari siaran pers Kemenkop di Jakarta.

Ia juga menyebutkan bahwa kegiatan Bimtek tidak hanya membangun fondasi data dan digitalisasi melalui platform Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa (Simkopdes), tetapi juga mendorong lahirnya koperasi modern berbasis potensi lokal yang profesional dan kompetitif.

Kepala Dinas Koperasi Kabupaten Manggarai Barat, Theresia P Asmon, menambahkan bahwa pihaknya mengusung model pembangunan ekonomi pesisir terintegrasi dengan koperasi sebagai basis kelembagaan, digitalisasi sebagai instrumen modernisasi, dan pariwisata sebagai katalis ekonomi lokal.

“Saya berharap agar Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, dan Kabupaten Manggarai dapat bersinergi bersama sehingga dapat memajukan Kabupaten Manggarai Raya,” ujar Theresia.

Theresia menuturkan NTT memiliki karakter kepulauan dengan garis pantai sepanjang 5.782 kilometer, serta ekosistem laut yang kaya seperti terumbu karang, padang lamun, dan kawasan konservasi perairan seluas lebih dari 150 ribu hektare. Potensi tersebut menjadikan NTT sebagai salah satu pusat sumber daya kelautan utama di Indonesia bagian timur.

Eka Kurniadi, perwakilan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), menjelaskan bahwa program KNMP dirancang terintegrasi dari hulu ke hilir, mencakup penyediaan sarana produksi, penguatan kelembagaan koperasi, hingga optimalisasi akses pasar dan pengolahan hasil perikanan.

“KKP melaksanakan pembinaan, pendampingan, serta pemberdayaan nelayan dan pembudidaya ikan untuk bergabung dalam koperasi desa,” kata Eka.

Sementara itu, Manager Small-Medium Fuel Channel Pertamina Patra Niaga,​​​​​​ Hanggowo Wicaksono memperkenalkan peluang kemitraan SPBUN sebagai dukungan kebutuhan energi sektor kelautan dan perikanan.

Ia menyebut dengan investasi sekitar Rp948 juta dan potensi pendapatan bersih Rp132 juta per tahun, bisnis ini dinilai prospektif, terutama jika dikombinasikan dengan penjualan produk non-fuel retail (NFR) dan produk BBM non-subsidi.

Baca juga: KKP optimistis Program KNMP bisa tingkatkan kesejahteraan nelayan

Baca juga: Kepri usulkan 60 lokasi untuk Kampung Nelayan Merah Putih 2026

Baca juga: Prabowo: Program Kampung Nelayan naikkan pendapatan 100 persen

Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Biqwanto Situmorang
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |