Kemenkes beri fellowship ke 867 dokter spesialis dukung pendidikan

3 months ago 16
...Generasi dokter muda diharapkan tidak hanya menjadi penyembuh, tetapi juga inovator dan edukator di tengah masyarakat

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kesehatan mengatakan, per 27 Oktober 2025, sebanyak 867 dokter spesialis diberikan bantuan beasiswa fellowship untuk belajar di dalam maupun luar negeri, sebagai bentuk dukungan pendidikan serta upaya transformasi kesehatan melalui pengembangan sumber daya manusia.

Hal itu disampaikan oleh Direktur Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan dr. Yuli Farianti dalam rangka Hari Dokter Nasional 2025. Dia mengatakan di Jakarta, Senin, bahwa beasiswa fellowship itu untuk meningkatkan layanan penyakit prioritas, yakni kanker, jantung, stroke, dan ginjal.

Adapun jumlah tersebut terhitung sejak Mei 2023, yakni saat Kementerian Kesehatan bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) meluncurkan program beasiswa fellowship dokter spesialis dalam dan luar negeri untuk para tenaga kesehatan.

Yuli menjelaskan bahwa Hari Dokter Nasional 2025 yang bertema “Dokter Berbagi untuk Negeri” menggambarkan semangat para dokter untuk terus memberikan ilmu, tenaga, dan waktu demi meningkatkan derajat kesehatan bangsa.

Dia memaparkan sejumlah tantangan yang dihadapi para dokter, seperti biaya pendidikan yang tinggi, serta perlunya peningkatan kualitas kurikulum agar sejalan dengan perkembangan ilmu kedokteran global.

Baca juga: Menkes-Mendiktisantek akselerasi capai target 70.000 dokter spesialis

Oleh karena itu, pihaknya berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan serta jumlah dokter Indonesia melalui berbagai langkah, salah satunya melalui pemberian fellowship tersebut.

"Hingga saat ini, 27 RS Dalam Negeri dan 48 RS Luar Negeri menjadi Center Penyelenggara Fellowship," dia menuturkan.

Kemudian, penyediaan beasiswa dan insentif pendidikan dokter spesialis di bidang prioritas melalui Sistem Beasiswa Pendidikan Kesehatan (SIBK), kemitraan dengan perguruan tinggi, organisasi profesi, dan rumah sakit dalam maupun luar negeri untuk memperluas akses pelatihan dan penelitian klinis.

"Menggandeng konsil dan kolegium kesehatan Indonesia serta Accreditation Council for Graduate Medical Education (ACGME) untuk reformasi pendidikan dokter spesialis," katanya.

Pihaknya juga memperluas akses dan kualitas pendidikan melalui sejumlah upaya, yakni pendidikan spesialis berbasis universitas dan pendidikan spesialis berbasis rumah sakit.

Baca juga: Presiden: Menkes dan Mendiktisaintek tambah fakultas kedokteran

Selain itu, membuka 148 program studi baru di 57 fakultas kedokteran di seluruh Indonesia, yang terdiri dari 125 prodi spesialis, 23 prodi subspesialis, serta 25 prodi umum dan kedokteran gigi.

"Transformasi pendidikan tenaga kesehatan, termasuk penyelarasan standar pendidikan dengan kebutuhan layanan," katanya.

Kemudian, kebijakan baru yakni Standar Prosedur Operasional Uji Kompetensi Nasional bagi tenaga medis dan tenaga kesehatan untuk meningkatkan kualitas dan pemerataan.

Dalam kesempatan itu, pihaknya juga berharap berharap dokter muda Indonesia menjadi agen perubahan sistem kesehatan nasional yang adaptif terhadap teknologi, berintegritas tinggi, dan memiliki semangat pelayanan bagi masyarakat tanpa batas geografis.

Baca juga: Menkes ungkap beda pendidikan dokter spesialis RI dengan negara lain

"Generasi dokter muda diharapkan tidak hanya menjadi penyembuh, tetapi juga inovator dan edukator di tengah masyarakat," katanya.

Pewarta: Mecca Yumna Ning Prisie
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |