Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) mengimbau para perempuan di tanah air untuk tidak merasa takut menggeluti bidang science, technology, engineeering, and mathematics (STEM).
"Generasi muda perempuan tidak takut gitu untuk memilih science, technology, engineering, dan mathematics sebagai bidang yang digeluti," ucap Direktur Strategi dan Sistem Pembelajaran Transformatif Kemendiktisaintek Ardi Findyartini kepada wartawan usai menghadiri kuliah umum bertajuk "STEMpowerment for All: Breaking Barriers, Building Futures" di Universitas YARSI, Jakarta, Jumat.
Menurut Ardi, saat ini sudah semakin banyak perempuan yang merupakan lulusan dari bidang pendidikan STEM, baik di tingkat sarjana, magister, maupun doktoral. Akan tetapi, kata dia, pengembangan karir mereka masih terbatas sehingga menjadi salah satu pekerjaan rumah yang harus dituntaskan oleh para pihak terkait.
"Sebenarnya lulusannya sudah makin banyak yang ada di S-1, S-2, dan S-3, tapi kemudian saat ingin berkembang lagi menjadi saintis atau bergerak bekerjanya di bidang STEM, itu juga memang masih perlu ditingkatkan," kata Ardi.
Meskipun begitu, ia menekankan bahwa Kemendiktisaintek akan terus mendorong pengembangan kesempatan pendidikan dan berkarir bagi para perempuan Indonesia di tanah air. Menurutnya, perempuan memiliki kesempatan dan kemampuan yang sama, sebagaimana lelaki dalam mengembangkan bidang STEM.
Sejalan dengan itu, Ardi pun mengapresiasi upaya yang dihadirkan oleh para pihak lainnya untuk mendukung keterbukaan akses pendidikan STEM atau inklusivitas pendidikan STEM bagi seluruh pihak, terutama perempuan. Pihak-pihak itu di antaranya adalah Universitas YARSI dan Plan Indonesia.
Ardi mengapresiasi penyelenggaraan kuliah umum yang diselenggarakan oleh kedua belah pihak tersebut. Menurutnya, acara itu dapat menginspirasi perempuan muda agar berani menggeluti bidang STEM.
"Acara ini menurut saya sangat baik untuk bisa menginspirasi agar anak-anak perempuan saat ini," kata dia.
Sebelumnya dalam sambutannya, Rektor Universitas YARSI Fasli Jalal mengingatkan bahwa inklusivitas bernilai penting dalam pengembangan STEM karena seluruh lapisan masyarakat berkesempatan membentuk masa depan lewat inovasi dan riset.
"STEM bukan hanya tentang laboratorium atau inovasi, STEM adalah tentang manusia, tentang siapa yang mendapatkan akses, kesempatan, dan akhirnya siapa yang bisa membentuk masa depan," ujar Fasli.
Menurut dia, pada saat ini masih banyak perempuan dan anak yang muda yang menghadapi hambatan sosial serta ketimpangan akses terhadap pendidikan STEM yang berkualitas.
"Jika talenta itu universal, maka kesempatan juga harus universal," ujarnya.
Berikutnya, Fasli juga menyinggung terkait dengan pengembangan sains di lingkungan kampus. Menurut dia, pengembangan sains di lingkungan sains harus disertai dengan tanggung jawab etika dan inklusi sosial. Ia mengatakan bahwa institusi pendidikan memiliki peran penting menghadirkan lingkungan belajar bebas diskriminasi sekaligus menghadirkan figur teladan agar mahasiswa, khususnya perempuan muda, dapat mendapatkan rasa kepercayaan diri untuk masuk dan berkembang di bidang STEM.
Baca juga: Kemdiktisaintek perkuat kemitraan inovasi dengan Prancis
Baca juga: Wamendiktisaintek ingatkan MoU bukan kolaborasi tanpa kerja sama nyata
Baca juga: Kemendiktisaintek tingkatkan pelayanan publik lewat PEKPPP Mandiri
Pewarta: Tri Meilani Ameliya
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































