Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menekankan peran pendidikan filantropi sebagai investasi sosial, sehingga mengajak satuan pendidikan untuk mengikutsertakannya dalam kegiatan belajar mengajar.
Staf Ahli Menteri bidang Manajemen Talenta Kemendikdasmen Mariman Darto mengatakan sekolah memainkan peran penting dalam membentuk cara pandang para murid mengenai budaya filantropi yang seharusnya tidak hanya terbatas pada pemberian donasi uang.
“Cara pandang tentang filantropi bukanlah bagaimana soal donasi uang, tetapi bagaimana kemudian memberikan ruang, waktu, tenaga, pemikiran, perhatian, pengetahuan, dan keberpihakan. Sekolah memiliki peran yang sangat strategis untuk menanamkan kebiasaan memberi yang sehat, terarah, dan tentu bertanggung jawab,” kata Mariman dalam kegiatan bertajuk "Indonesia Humanitarian Summit" di Jakarta, Kamis.
Menurutnya, pendidikan filantropi merupakan bagian dari investasi sosial karena berpengaruh dalam pembentukan karakter empati serta gotong royong para murid, sehingga mereka dapat mengambil bagian sebagai agen perubahan yang fokus pada penyelesaian masalah secara bersama-sama pada masa depan.
Baca juga: Sekolah dan lembaga filantropi wajib ikuti E-Monev untuk transparansi
Ia menerangkan sekolah dapat mengajak para murid untuk berbagi pengalaman masing-masing ketika menyaksikan atau bahkan mengalami bencana, guna menggali secara reflektif aspek filantropi yang dialami dan dilakukan oleh para murid.
Aktivitas lainnya, lanjut dia, sekolah juga dapat mengajak para murid untuk memetakan isu lingkungan dan sosial di sekitar sekolah maupun rumah masing-masing lalu merancang solusi untuk mengatasinya secara bersama-sama.
“Melalui pendidikan, bagaimana setiap satuan pendidikan di Indonesia yang jumlahnya sangat besar hampir 450 ribu ini bisa digerakkan sebagai bagian dari investasi sosial di masa depan, melalui pendidikan bisa melahirkan filantropis yang lebih cerdas,” ujar Mariman.
Baca juga: Filantropi jadi fondasi dalam membangun peradaban pendidikan
Pewarta: Hana Dewi Kinarina Kaban
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































