Jakarta (ANTARA) - Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) mengajak generasi muda Tanah Air untuk terus menggunakan wastra (kain) Nusantara sebagai salah satu langkah melestarikan budaya leluhur.
"Buat generasi muda dan kita semua, jangan lupa dan terus gunakan wastra Nusantara, terutama kain-kain tenun seperti ini, seperti yang saya pakai. Jangan malu gunakan itu karena ini adalah warisan budaya leluhur yang harus kita lestarikan dan harus kita jaga," ucap Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemendes PDT Ratu Rachmatuzakiyah, usai menghadiri Mini Eco Fashion dan Talkshow Pewarna Alami di Jakarta, Senin.
Lebih lanjut, Zakiyah menyampaikan salah satu upaya pelestarian wastra Nusantara yang patut dikembangkan adalah pemanfaatan pewarna alami.
Baca juga: Fadli Zon promosi kekayaan wastra Nusantara kepada UNESCO di Prancis
"Pengembangan pewarna alami merupakan langkah penting untuk menjaga keseimbangan antara budaya dan ekologi," katanya.
Ia pun menyampaikan bahwa penggunaan bahan pewarna alami bukan hanya menonjolkan keindahan warna yang lembut dan alami, melainkan juga membawa pesan moral tentang cinta lingkungan. Bahkan, lanjutnya, pemanfaatan warna alami juga dapat memberikan nilai ekonomi.
Baca juga: Kemendikdasmen dan Dekranas kolaborasi lestarikan tenun Nusantara
Sebelumnya, Kantor Direktur Jenderal (Dirjen) Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal (PPDT) Kemendes PDT Samsul Widodo telah mendorong desa-desa yang memiliki potensi pemanfaatan pewarna alami agar menjadikan pewarna itu sebagai bahan baku utama pembuatan kain tradisional Indonesia.
“Sebenarnya sebelum kita mengenal warna sintetis, nenek moyang kita itu mempunyai kearifan lokal, yaitu pewarnaan alam. Kami sangat berharap dengan adanya pengembangan menjadi pasta dari pewarnaan alam, sehingga itu bisa menjadi bahan baku untuk pengembangan kain-kain tradisional, baik itu batik, tenun, ataupun wujud yang lain,” kata Samsul Widodo.
Diketahui, pewarna alami merupakan zat pewarna yang berasal dari tumbuhan, hewan, atau mineral, yang digunakan sejak lama untuk mewarnai kain secara ramah lingkungan.
Baca juga: Diplomasi wastra benang rempah promosikan Indonesia di panggung dunia
Pewarta: Tri Meilani Ameliya
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































