Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kebudayaan melakukan penjajakan kerja sama dengan Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah dalam pemajuan kebudayaan.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan bahwa kolaborasi terbuka lebar, terlebih Indonesia memiliki ragam kekayaan warisan budaya serta terdapat program Kemenbud yakni Dana IndonesiaRaya yang bisa dimanfaatkan untuk memfasilitasi kegiatan kebudayaan yang dilakukan masyarakat hingga komunitas.
“Kementerian Kebudayaan terbuka terhadap berbagai bentuk kerja sama dan kolaborasi, termasuk melalui pemanfaatan Dana IndonesiaRaya dalam mendukung kegiatan pemajuan kebudayaan yang tumbuh dari masyarakat dan daerah,” ujar Fadli dalam keterangannya di Jakarta, Jumat .
Dalam pertemuan dengan Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah, ia menjelaskan bahwa kerja sama dengan organisasi kemasyarakatan dan lembaga pendidikan yang memiliki jaringan hingga ke berbagai daerah menjadi penting.
Baca juga: Kemenbud usulkan revitalisasi gedung dan kawasan bersejarah di Bandung
Kementerian Kebudayaan saat ini memiliki 33 Balai Pelestarian Kebudayaan di seluruh Indonesia yang menjadi bagian dari upaya pemajuan kebudayaan.
Pemajuan kebudayaan, kata dia, mencakup berbagai objek pemajuan kebudayaan yang meliputi tradisi lisan, manuskrip, ritus, adat istiadat, permainan rakyat, pengetahuan tradisional, seni, dan berbagai bentuk ekspresi budaya lainnya.
Ia juga melihat adanya ruang kerja sama dengan DPP Hidayatullah melalui jaringan pendidikan dan pesantren yang tersebar di berbagai daerah.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Majelis Syura Hidayatullah, Hamim Thohari, menyampaikan bahwa pihaknya memiliki jaringan pendidikan dan dakwah yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Dengan jumlah sekitar 351 sekolah formal, 400 pesantren, 1.365 rumah Quran, dan 10 perguruan tinggi, Hidayatullah berharap dapat memperkuat literasi budaya daerah, salah satunya dengan mengajak sekolah-sekolah di bawah Hidayatullah untuk mengenalkan dan memajukan bahasa daerah sesuai dengan karakter budaya lokal masing-masing.
Hal tersebut dapat menjadi upaya bersama untuk memperkuat pemajuan kebudayaan, khususnya wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).
“Kita ingin sekolah-sekolah di bawah Hidayatullah menjadi mitra pemerintah dalam memajukan bahasa daerah sesuai bahasa lokal masing-masing. Posisi sekolah Hidayatullah dikenal dengan 3T, sehingga kita ingin pendidikan yang kita jalankan juga ikut memperkuat budaya daerah di tempat kami berada,” ujar Hamim.
Ketua Bidang Organisasi DPP Hidayatullah, Dudung Amadung Abdullah, menambahkan bahwa pihaknya juga memiliki perhatian terhadap pengembangan pencak silat dan tengah mempersiapkan pencak silat dengan ciri khas organisasinya.
Baca juga: Kemenbud dukung rumah gadang Sirukam jadi museum dan perpustakaan
Baca juga: Kemenbud dorong perkusi Nusantara dikenalkan ke dunia
Baca juga: Kemenbud kaji rekonstruksi Desa Sade dan mitigasi bencana
Pewarta: Sinta Ambarwati
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































