Kapolri minta jajaran antisipasi bencana hidrometeorologi saat Lebaran

8 hours ago 7
"Perlu kewaspadaan khusus terhadap potensi bencana hidrometeorologi, terutama di wilayah selatan Indonesia seperti Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara,”

Jakarta (ANTARA) - Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo meminta jajaran untuk mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi pada saat masa Lebaran 2026.

Hal itu disampaikan Kapolri dalam acara Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026 di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat, Kamis.

Dalam amanatnya, Kapolri mengingatkan bahwa Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah memprediksi bahwa kondisi cuaca pada saat arus mudik Lebaran 2026 akan dalam kondisi berawan hingga hujan lebat.

"Perlu kewaspadaan khusus terhadap potensi bencana hidrometeorologi, terutama di wilayah selatan Indonesia seperti Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara,” ujarnya.

Oleh karena itu, ia meminta seluruh anggota yang bertugas untuk bersiaga penuh menghadapi potensi bencana alam yang mungkin terjadi.

“Diperlukan kesiapsiagaan baik penyiapan tim tanggap bencana, sarana dan prasarana pendukung, termasuk langkah-langkah penanganan bencana baik pada
tahap pra, saat dan pasca bencana,” ucapnya.

Lebih lanjut, pemimpin Korps Bhayangkara itu menyebut bahwa puncak arus mudik diprediksi akan terjadi pada dua gelombang, yakni 14-15 Maret dan 18-19 Maret. Sementara itu, untuk puncak arus balik, diprediksi terjadi pada 24-25 Maret dan 28-29 Maret.

Pemerintah, kata dia, telah menyiapkan sejumlah pengaturan lalu lintas selama periode Lebaran 2026, mulai dari pembatasan angkutan barang, penerapan one way, contra flow dan ganjil-genap, pengaturan penyeberangan laut, hingga alih fungsi penimbangan kendaraan sebagai tempat istirahat.

Ia juga mengingatkan seluruh anggota untuk bertugas dengan sungguh-sungguh sehingga dapat mewujudkan tagline “Mudik Aman, Keluarga Bahagia”.

Menurutnya, hal itu penting dilakukan karena momentum Hari Raya Idul Fitri menjadi salah satu momentum untuk mendorong perekonomian nasional lantaran mampu mendorong perputaran uang yang signifikan dan memberikan multiplier effect di seluruh daerah.

"Keberhasilan Operasi Ketupat merupakan tanggung jawab kita bersama. Untuk itu, terus tingkatkan soliditas dan sinergisitas dalam setiap pelaksanaan tugas, bersama kita wujudkan Mudik Aman, Keluarga Bahagia," ucapnya.

Pada Kamis ini, TNI-Polri bersama stakeholder terkait melaksanakan apel gelar pasukan guna memastikan kesiapan personel dalam Operasi Ketupat 2026.

Operasi Ketupat 2026 akan berlangsung selama 13 hari, yaitu mulai tanggal 13 Maret sampai dengan 25 Maret 2026, dengan melibatkan 161.243 personel gabungan.

Polri sendiri telah menyiapkan 2.746 pos yang terdiri dari 1.624 pos pengamanan, 779 pos pelayanan, serta 343 pos terpadu.

Sebagai pusat informasi dan pelayanan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan, pengamanan juga akan difokuskan terhadap 185.607 objek berupa masjid, lokasi salat Idul Fitri, objek wisata, pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, stasiun kereta api, dan bandara.

Baca juga: Kapolri beri 50 motor bagi tiga Polda terdampak bencana banjir

Baca juga: Kapolri minta personel patroli rutin guna cegah gangguan masa Lebaran

Baca juga: TNI-Polri pastikan kesiapan Operasi Ketupat 2026 lewat gelar pasukan

Pewarta: Nadia Putri Rahmani
Editor: Agus Setiawan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |