Moskow (ANTARA) - Kanselir Jerman Friedrich Merz pada Rabu menyatakan dukungannya untuk membatasi akses jejaring sosial bagi anak-anak.
Pada Senin (16/2) surat kabar Suddeutsche Zeitung, yang mengutip seorang pejabat Kabinet, melaporkan bahwa Berlin akan memutuskan apakah akan melarang penggunaan media sosial bagi anak-anak di bawah 14 tahun di Jerman pada musim gugur.
"Saya selalu sangat berhati-hati, dalam konteks ini, larangan hukum ... Tetapi saya rasa kita harus memprioritaskan bagaimana melindungi anak-anak pada usia ketika mereka membutuhkan waktu untuk bermain, belajar, dan fokus di sekolah," kata Kanselir Merz kepada podcast Machtwechsel.
Menurutnya, jika anak berusia 14 tahun menghabiskan waktu hingga lima jam atau lebih di depan layar setiap hari, dengan semua sosialisasi berlangsung secara daring, mereka pasti akan menghadapi masalah perilaku sosial.
Para politisi dari koalisi berkuasa Partai Sosial Demokrat (SPD) dan Persatuan Demokratik Kristen (CDU) mendukung larangan jejaring sosial bagi anak-anak di bawah usia 14 tahun.
Isu ini akan menjadi agenda kongres Partai CDU di Stuttgart pada 20-21 Februari mendatang.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: RI batasi medsos untuk anak, ini kebijakan perlindungan dari platform
Baca juga: Susul Indonesia, negara Eropa kompak batasi akses medsos untuk anak
Baca juga: Mastodon, medsos buatan Jerman alternatif Twitter
Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































