Kampung KB Manggala Makassar bukti pemerintah hadir bangun keluarga

5 days ago 1
Terkait dengan data-data kependudukan, mudah-mudahan ini akan bermanfaat untuk perencanaan pembangunan di Kota Makassar ke depannya

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah terus memperkuat pembangunan keluarga berkualitas sebagai fondasi peningkatan sumber daya manusia melalui Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) yang dikembangkan hingga ke tingkat kelurahan, salah satunya di Kampung KB Manggala, Kelurahan Manggala, Kecamatan Manggala, Makassar, Sulawesi Selatan.

"Kampung KB ini menjadi salah satu bentuk nyata kehadiran negara dalam membangun keluarga berkualitas melalui program-program bina keluarga, seperti Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR), dan Bina Keluarga Lansia (BKL)," ujar Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Wamendukbangga)/Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat.

Program bina keluarga tersebut dirancang untuk mendampingi keluarga di setiap siklus kehidupan, mulai dari pengasuhan balita, pendampingan remaja, hingga peningkatan kualitas hidup lansia. Pendekatan lintas siklus ini menjadi bagian dari strategi nasional dalam membangun keluarga yang tangguh, adaptif, dan berdaya.

Dalam kunjungan ke Makassar tersebut, Wamen Isyana juga meninjau Rumah Dataku sebagai simpul data kependudukan di tingkat kelurahan, yang berfungsi mengintegrasikan data keluarga, kesehatan, pendidikan, dan sosial ekonomi sebagai dasar perencanaan program dan intervensi pembangunan.

Baca juga: Kampung KB optimalkan keluarga tingkatkan kualitas hidup

"Terkait dengan data-data kependudukan, mudah-mudahan ini akan bermanfaat untuk perencanaan pembangunan di Kota Makassar ke depannya," ujar dia.

Selain penguatan tata kelola data, Kampung KB Manggala juga mengembangkan inovasi Simfoni, sebuah program yang menyasar kelompok orang tua tunggal atau single parent, khususnya perempuan kepala keluarga. Program ini dikembangkan sebagai respons atas tantangan pengasuhan dan ketahanan keluarga yang kerap dihadapi mereka.

Program Simfoni fokus pada edukasi pengasuhan, pendampingan psikososial, serta pemberdayaan agar orang tua tunggal tetap mampu menjalankan peran pengasuhan secara optimal dan berkelanjutan.

“Meskipun mereka single parent, melalui edukasi dan pemberdayaan Simfoni, mereka bisa melakukan pengasuhan dengan program-program pola asuh yang baik kepada anak-anaknya untuk bisa menjadi Generasi Emas 2045," ucap Isyana.

Ia juga menekankan bahwa pengembangan Kampung KB tidak bersifat seragam. Setiap daerah didorong untuk berinovasi sesuai karakteristik dan kebutuhan lokal, sementara praktik yang terbukti efektif akan dihimpun untuk direplikasi di wilayah lain.

"Tugas Kemendukbangga/BKKBN adalah mengedukasi dan menggerakkan, tentu dengan kolaborasi lintas kementerian dan lintas sektor," tuturnya.

Dukungan pemerintah daerah menjadi faktor penentu keberlanjutan program Kampung KB. Sinergi antara kebijakan pusat dan implementasi daerah dinilai krusial dalam menyiapkan keluarga berkualitas sebagai fondasi pembangunan jangka panjang.

Baca juga: Dapur sehat Kampung KB ganti menu sebulan sekali atasi stunting

Pewarta: Lintang Budiyanti Prameswari
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |