KAI catat total penumpang hingga Agustus 2026 capai 351 juta orang

2 weeks ago 21

Jakarta (ANTARA) - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI Group mencatat jumlah penumpang mencapai 351.602.397 orang sepanjang Januari hingga Agustus 2026 yang menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan transportasi berbasis kereta api di berbagai wilayah.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba di Jakarta, Jumat menyampaikan, peningkatan jumlah pelanggan menjadi indikator bahwa kereta api terus menjadi pilihan masyarakat dalam mendukung mobilitas harian maupun perjalanan jarak jauh.

Berdasarkan catatan pihaknya, total penumpang yang dilayani KAI Group pada periode Januari-Agustus 2026 meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada Januari-Agustus 2025, jumlah penumpang tercatat sebanyak 328.311.868 orang, sehingga terjadi pertumbuhan sebesar 7,09 persen.

Adapun peningkatan jumlah pengguna terjadi di berbagai layanan KAI Group, mulai dari kereta api jarak jauh dan lokal KAI, KAI Commuter, LRT Jabodebek, KAI Wisata, KA Makassar-Parepare, LRT Sumsel, KAI Bandara, hingga layanan Whoosh.

Anne menyampaikan bahwa pertumbuhan penumpang tersebut sejalan dengan upaya KAI dalam memperkuat kualitas layanan dan menghadirkan ekosistem mobilitas yang semakin terintegrasi.

Selain peningkatan jumlah pelanggan, tingkat kepuasan pengguna layanan KAI juga menunjukkan capaian positif. Customer Satisfaction Index (CSI) KAI pada Semester I 2026 mencapai skor 4,53 skala 5, menjadi yang tertinggi sejak 2020.

KAI juga mencatat mayoritas pelanggan berada pada layanan publik. Sebanyak 90,29 persen atau sekitar 317,7 juta pelanggan KAI Group selama Januari-Agustus 2026 menggunakan layanan PSO yang menunjukkan peran penting kereta api dalam mendukung mobilitas masyarakat.

"Dari totally yang kami layani, sudah lebih dari 350 juta, selama 8 bulan ini, 90 persen itu adalah subsidi. 90 persen juga dari totally yang kita layani secara KAI Group adalah untuk angkutan perkotaan, yang notabene ini memang disubsidi oleh pemerintah. Jadi untuk komersilnya itu masih di bawah 10 persen," kata dia.

Ke depan, kata dia, pihaknya akan terus melakukan penguatan infrastruktur dan integrasi antarmoda, terutama di kawasan perkotaan seperti Jabodetabek untuk menjawab peningkatan kebutuhan perjalanan masyarakat.

Baca juga: Kereta anjlok di Stasiun Kota, KAI Commuter operasikan kereta penolong

Baca juga: Operasional kereta api di Sumut tetap normal pasca erupsi Sinabung

Baca juga: KAI buka lowongan kerja mulai 4 September 2026

Pewarta: Ahmad Muzdaffar Fauzan
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |