Jalan terisolir, petani di Tukka panggul hasil kebun hingga 5 km

5 days ago 7

Hutanabolon (ANTARA) - Pasangan suami istri Sami Mendrofa dan Lunifa Halawa terpaksa memanggul hasil kebun dan berjalan kaki sejauh lima kilometer (km) untuk menjual buah rambutan yang mereka petik sejak Jumat pagi di Desa Hutanabolon, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, akibat akses jalan terisolir.

“Ini cara kami bertahan hidup saat ini,”kata Sami Mendrofa sambil memanggul dua karung rambutan melalui jalan berlumpur dan curam di Sigiring-Giring, Kecamatan Tukka, Jumat.

Meski terdampak bencana, dirinya harus bersemangat untuk menggerakkan roda ekonomi keluarga dan ini salah satu upaya untuk mendapatkan uang.

“Saya jual buah ini di bawah (di Hutanabolong) Rp10 ribu per kilogram,” kata dia.

Ia mengaku datang ke kebunnya yang berada di Desa Sigiring-Giring tiga kali dalam seminggu. Ini dilakukan karena jarak yang jauh dan tentu sangat melelahkan.

Sami datang bersama sang istri dengan sepeda motor dan memarkir kendaraan di titik terakhir jalan yang terputus aksesnya ke desa tersebut.

“Kami berharap jalan ini segera tersambung, hanya itu saja pak,” ujarnya.

Baca juga: Warga Tukka senang dengan kecepatan buka akses jalan ke desa terisolir

Ia mengaku saat ini terpaksa tinggal di lokasi hunian sementara di rusunawa dan mata pencaharian mereka selama ini berkebun untuk menyambung hidup.

"Kami harus bergerak agar dapat membeli kebutuhan, Untuk bantuan makanan kami dapat, tapi tentu kami butuh uang," kata dia.

Sebelumnya, prajurit TNI terus bekerja keras membuka akses jalan ke sejumlah desa terisolir di Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Utara yang masih belum dapat dilalui kendaraan hingga saat ini.

"Ada 13 titik longsor dan kami membangun enam jembatan untuk menghidupkan akses dari Desa Hutanabolon ke Desa Sigiring-Giring yang masih terputus saat ini," kata Komandan Detasemen Zeni Bangunan (Zibang) Kodam I Bukit Barisan, Mayor Czi Johan Sianturi di Hutanabolon, Jumat.

Selain Desa Sigiring-Giring, jalan tersebut juga menghubungkan Desa Hutanabolon dengan Desa Sait Kalangan II dan Desa Tepian Nauli Saur Manggita yang membuat daerah ini masih terisolir karena timbunan longsor dan jembatan rusak akibat banjir bandang dan longsor.

Selain itu ada enam jembatan yang dibangun baru dan sisanya jembatan permanen yang diperbaiki di lokasi ini.

“Untuk enam jembatan saat ini kami mengerjakan jembatan keempat,” kata dia.

Baca juga: Prajurit TNI kerja keras buka akses jalan ke desa terisolir di Tukka

Baca juga: TNI selesaikan delapan jembatan di Sumut pulihkan konektivitas warga

Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |