InJourney beri pelatihan keterampilan bagi disabilitas di Bantul

3 months ago 23

Sleman (ANTARA) - InJourney Destination Management (IDM) menyelenggarakan InJourney Creativity House Pemberdayaan Keterampilan Khusus Penyandang Disabilitas di Kapanewon (Kecamatan) Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

"Kegiatan ini menghadirkan pelatihan intensif anyaman bambu bagi anggota Lembaga Kesejahteraan Sosial Sahabat Pemerhati Difabel (LKS Sapadifa) selama lima hari," kata Sustainability Division Head IDM Ismiyati di Sleman, DIY, Jumat.

Menurut dia, peserta InJourney Creativity House mendapatkan pelatihan anyaman bambu yang difokuskan pada peningkatan keterampilan tangan, pengembangan kreativitas, serta kemandirian ekonomi.

Kegiatan ini juga menjadi ruang aktualisasi diri bagi penyandang disabilitas agar dapat terus berkarya dan berdaya di lingkungannya.

"Di Bantul, bambu melimpah dan menjadi peluang yang luar biasa untuk teman-teman Sapadifa. Melalui pelatihan ini, kami ingin keterampilan yang diajarkan benar-benar bisa diaplikasikan dan berlanjut. Kami juga membantu penyediaan alat operasional dan dukungan pemasaran agar proses produksinya berkelanjutan," katanya.

Ia mengatakan, selama lima hari pelatihan, peserta diajak memahami teknik dasar menganyam bambu, mulai dari pemilihan dan pengolahan bambu, teknis menganyam secara manual, hingga pengembangan desain produk yang memiliki nilai jual tinggi.

"Peserta juga dijelaskan mengenai potensi pasar yang masih terbuka lebar, terutama Bali, Kalimantan hingga Malaysia. Lima hari ini bukan hanya pelatihan, tetapi juga momentum perubahan," katanya.

Baca juga: Injourney salurkan 3.100 paket sembako bagi masyarakat prasejahtera

Ismiyati mengatakan, lebih dari sekadar pelatihan keterampilan, kegiatan ini menjadi ruang untuk menumbuhkan kemandirian, membangun kepercayaan diri, dan mempererat kolaborasi antaranggota komunitas.

"Kami berkomitmen mendampingi teman-teman difabel untuk terus berkembang dan menjadi mandiri," katanya.

Ia mengatakan, hal itu juga diakui oleh salah satu peserta pelatihan Sulistyo (34) yang menyebutkan bahwa kegiatan ini diharapkan bisa menambah preferensi dan berpeluang menambah usaha dari bahan anyaman bambu.

"Ketertarikan peserta ini selaras dengan ketersediaan bahan baku yang mudah ditemukan di wilayah Imogiri, Bantul," katanya.

Usulan program ini, kata dia, dari teman-teman disabilitas yang ingin belajar teknik menganyam, karena bahan baku mudah ditemukan.

"Sementara pesanan besek masih terus ada karena pasarnya besar. Pelatihan ini tidak hanya mengajarkan keterampilan pembuatan, tetapi juga bagaimana cara pemasaran agar produk bisa terserap ke konsumen secara langsung," katanya.

Kolaborasi InJourney Destination Management dengan LKS Sapadifa bukanlah hal baru. IDM mendukung hal tersebut dengan menyalurkan sejumlah bantuan alat kerja kepada disabilitas pelaku UMKM.

"Melalui program tersebut para peserta difabel mendapatkan ruang lebih luas untuk berjejaring, belajar, dan mengembangkan potensi diri," katanya.

Baca juga: InJourney: Konektivitas kunci utama pemajuan pariwisata Indonesia

Ia mengatakan, InJourney Destination Management berupaya menciptakan ruang-ruang pembelajaran yang memberdayakan masyarakat di sekitar destinasi pariwisata.

"Inisiatif ini menjadi bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan untuk memastikan setiap elemen masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, dapat tumbuh dan berpartisipasi aktif dalam ekosistem pariwisata nasional," katanya.

Pewarta: Victorianus Sat Pranyoto
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |