Ini kata Jakpro terkait target selesai Pasar Muara Karang

4 weeks ago 23

Jakarta (ANTARA) - PT Jakarta Propertindo (perseroda) Jakpro menargetkan Pasar Muara Karang, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara mulai beroperasi kembali pada Agustus 2026 agar dapat dimanfaatkan pedagang dan masyarakat untuk melakukan transaksi.

“Kami mulai melakukan pembongkaran Pasar Muara Karang ini pada Agustus 2025 dan kami menargetkan butuh 12 bulan untuk membangun gedung enam lantai ini,” kata Project Director Revitalisasi Pasar Muara Karang Luky Ismayanti di Jakarta, Sabtu.

Ia mengatakan Pasar Muara Karang ini hadir lebih dari 30 tahun dan dibangun pada 1996 sehingga ketika kondisi bangunan sudah semakin rusak maka perlu dilakukan revitalisasi.

“Dari seluruh tempat sewa yang tersedia, hanya 50 persen dan itu berada di lantai satu dan lantai dua hingga empat tidak dapat digunakan,” katanya.

Artinya, pada bangunan lama dengan empat lantai terdapat 442 kios dan hanya terisi sekitar 243 kios.

“Saat merevitalisasi, kami relokasi pedagang ke lokasi pasar sementara agar kegiatan ekonomi terus berjalan,” kata dia.

Menurut dia, hingga saat ini progres pembangunan konstruksi masih di angka 20 persen dan sudah ada pekerjaan fondasi serta struktur bangunan yang naik hingga lantai tiga.

Pasar Muara Karang akan dibangun enam lantai dan lantai pertama akan diperuntukkan sebagai lahan parkir yang menampung 91 unit mobil dan motor.

“Ini merupakan hasil kajian di lapangan karena ketersediaan lapangan parkir yang sedikit dan lokasi pasar yang sempit sehingga membutuhkan ruang parkir,” katanya.

Kemudian, untuk lantai dua akan dibangun kios besar untuk toko emas dan pasar basah.

Pihaknya juga akan membangun pembatas nantinya antara toko emas dan pasar basah ini.

“Pasar Muara Karang ini identik dengan toko emas dan ini menjadi primadona,” kata dia.

Kemudian untuk lantai tiga dan lantai empat akan diperuntukkan penyewa besar, termasuk juga ada kios-kios kering di dua lantai itu.

Khusus di lantai lima, akan dibangun pusat kuliner untuk menopang kegiatan olahraga di lantai enam sehingga meski pasar tutup pada pukul 14.00 WIB atau pukul 15.00 WIB, kegiatan di pasar dapat berjalan hingga malam hari.

Menurut dia, di lantai enam akan dibangun satu lapangan futsal, satu lapangan basket dan tiga lapangan badminton.

Namun semua berjalan fleksibel sehingga jika tidak ada yang latihan futsal atau basket dapat digunakan untuk badminton.

“Kami sudah survei memang kebutuhan lapangan badminton di sini sangat tinggi dan ini menjadi perhatian,” katanya.

Kuliner laut

Sebelumnya, Muara Karang adalah sebuah kawasan padat penduduk di pesisir utara Jakarta dan telah lama dikenal sebagai pusat distribusi hasil laut yang ramai dan surga kuliner.

Dahulu, kawasan ini hanyalah rawa-rawa yang pada medio 1980-an mulai berkembang dengan hadirnya berbagai lapisan masyarakat yang menetap di sini, termasuk komunitas Tionghoa yang berperan dalam menciptakan identitas kuliner khas di sepanjang Jalan Muara Karang.

Di jantung kawasan ini, terdapat Pasar Muara Karang yang sejak berdirinya menjadi pusat distribusi penting bagi hasil tangkapan nelayan dari pesisir Jakarta dan Kepulauan Seribu.

Berbagai jenis ikan segar dapat ditemukan di sini dan pengunjung juga bisa langsung menikmati hidangan laut yang diolah di kios-kios sekitar pasar, menjadikannya daya tarik tersendiri bagi pecinta kuliner laut.

"Pasar ini bukan hanya tempat untuk berbelanja, tetapi juga ruang interaksi sosial yang dinamis dan untuk menjaga dan meningkatkan potensi pasar sebagai ikon kuliner pesisir, revitalisasi Pasar Muara Karang telah dimulai," kata dia.

Baca juga: Ini target Jakpro terkait revitalisasi Pasar Muara Karang

Baca juga: Pedagang: Pungli hilang di Pasar Muara Karang usai dikelola Jakpro

Baca juga: Jakpro fasilitasi pedagang Pasar Muara Karang vaksin hingga dosis dua

Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |