Medan (ANTARA) - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution menyatakan kepala desa di provinsi itu yang lulus pelatihan kebencanaan akan mendapatkan insentif tambahan dari pemerintah provinsi.
"Kita akan beri insentif kepada kepala desa yang dinyatakan lulus dan bersertifikat," kata Bobby setelah membuka Pelatihan Potensi Pencarian dan Pertolongan di Permukaan Air di Kantor Gubernur Sumut, Selasa.
Gubernur menjelaskan insentif tambahan ini bagi masing-masing kepala desa yang mengikuti pelatihan potensi pencarian dan pertolongan di permukaan air oleh Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas).
Baca juga: Bobby Nasution minta IOF Sumut bentuk relawan kebencanaan
Kebijakan ini, lanjut dia, merupakan bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan dan mitigasi kebencanaan hingga ke tingkat desa se-Sumatera Utara.
"Pengalaman berbagai bencana hidrometeorologi melanda Sumut, termasuk banjir dan longsor akhir November 2025, menunjukkan pentingnya kapasitas aparatur desa dalam menghadapi kondisi darurat," katanya.
Bobby mengaku bencana hidrometeorologi akhir November 2025, mengakibatkan 1.803.715 jiwa terdampak, 11.209 orang mengungsi, 375 orang meninggal dunia, lima orang mengalami luka-luka, dan 41 orang dinyatakan hilang.
"Bila kita tidak bisa mencegah terjadinya bencana, kita harus bisa paling tidak menyelamatkan jiwa," tuturnya.
Gubernur juga membagikan pengalamannya ketika meninjau imbas bencana hidrometeorologi akhir November 2025, di salah satu wilayah terdampak parah di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumut.
Meski lebih dari setengah wilayah di Tapanuli Selatan terdampak parah mengalami kerusakan akibat banjir dan longsor, namun tidak terdapat korban jiwa.
"Lebih dari setengah daerah mereka dihantam banjir dan longsor, tetapi tidak ada korban jiwa, hanya luka-luka. Daerah lain yang berdekatan banyak warganya yang meninggal dunia. Saat saya tanya, kepala desanya mengatakan dia pernah mengikuti pelatihan Basarnas dan menerapkannya saat terjadi bencana," papar Bobby.
Baca juga: Menaker: Pelatihan vokasi dukung pemulihan pascabencana Aceh dan Sumut
Baca juga: Pelajar di Medan diberi pelatihan mitigasi bencana kebakaran oleh ACT
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menegaskan penanganan kedaruratan bencana tidak dapat dilakukan Basarnas sendiri.
Karena itu, pihaknya terus membangun kolaborasi dengan berbagai kementerian, lembaga, pemerintah daerah hingga masyarakat.
"Kami sadar, kami tidak bisa bekerja sendiri. Personel kami hanya 6.500, sedangkan kebutuhan 29.000 seluruh Indonesia. Oleh karena itu, kami terus bersinergi, seperti saat ini perangkat desa. Mereka ujung tombak kita dalam kondisi darurat," kata Syafii.
Pewarta: Muhammad Said
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































