FINE tekankan penegakan aturan atasi volatilitas bursa akibat isu MSCI

5 days ago 8
MSCI dan investor global tidak menilai stabilitas dari pergantian figur, melainkan dari perubahan struktur, kualitas pengawasan, dan konsistensi penegakan aturan,

Jakarta (ANTARA) - Co-Founder FINE Institute, sekaligus analis ekonomi politik, Kusfiardi menyampaikan bahwa penegakan aturan secara konsisten penting untuk mengembalikan stabilitas pasar saham domestik usai pengumuman MSCI terkait pembekukan sementara proses rebalancing indeks saham-saham di pasar Indonesia.

Ia menilai pengunduran diri Iman Rachman sebagai Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) hanya sebagai shock absorber simbolik untuk meredam tekanan jual jangka pendek, tapi tidak menyentuh akar persoalan yang menjadi perhatian utama investor global.

“MSCI dan investor global tidak menilai stabilitas dari pergantian figur, melainkan dari perubahan struktur, kualitas pengawasan, dan konsistensi penegakan aturan,” ucapnya di Jakarta, Jumat.

Terdapat tiga permasalahan utama yang disorot oleh MSCI, yakni ketidakjelasan struktur kepemilikan saham terkait pengendali akhir di bawah ambang 5 persen, rendahnya free float efektif, serta praktik perdagangan yang dinilai mengganggu mekanisme price discovery (penentuan harga).

Baca juga: Ketua OJK undurkan diri sebagai tanggung jawab moral dukung pemulihan

Kusfiardi menuturkan, pola pergerakan IHSG yang sangat labil, yakni sempat menguat lebih dari 2 persen lalu berbalik ke zona negatif pasca pengumuman pengunduran diri Dirut BEI, kemudian kembali menguat, menunjukkan pasar masih rapuh secara psikologis dan belum memiliki keyakinan arah yang solid.

Ia mengatakan, perilaku para investor, terutama investor asing, belum mencerminkan indikasi akumulasi jangka menengah hingga jangka panjang karena cenderung masih bersifat selektif dan trading-oriented (berorientasi pada perdagangan), dengan berfokus pada saham-saham berkapitalisasi besar dan likuid untuk memanfaatkan volatilitas jangka pendek.

“Tidak terlihat broad-based buying (pembelian saham secara luas di berbagai sektor) yang biasanya muncul ketika kepercayaan struktural mulai pulih. Saham-saham dengan isu tata kelola, free float rendah, dan kepemilikan terkonsentrasi tetap berada di bawah tekanan,” jelasnya.

Kusfiardi juga menilai bahwa respons regulator dan pengelola bursa pasca-keputusan MSCI sejauh ini masih berada pada level komitmen normatif.

Baca juga: Ketua DK OJK Mahendra Siregar dan Inarno Djajadi mengundurkan diri

Sementara itu, pasar justru menunggu bukti implementasi nyata, termasuk penegakan aturan free float minimum menjadi 15 persen, peningkatan transparansi kepemilikan, serta penerapan sanksi yang kredibel terhadap emiten besar dan kelompok pengendali yang selama ini menikmati kelonggaran.

Ia menyatakan bahwa kegagalan memenuhi ekspektasi tersebut berisiko menurunkan bobot Indonesia dalam indeks MSCI Emerging Markets, atau bahkan memicu reklasifikasi ke frontier market.

“Rebound IHSG hari ini sebaiknya dipahami sebagai stabilisasi teknikal pasca koreksi ekstrem, bukan resolusi krisis kepercayaan. Tanpa perubahan tata kelola yang terukur dan konsisten, volatilitas akan tetap tinggi dan risiko koreksi lanjutan masih terbuka,” ujar Kusfiardi.

IHSG terkoreksi dari 8.980,23 pada penutupan perdagangan Selasa (27/1) menjadi 8.232,20 pada penutupan perdagangan Kamis (29/1). Sementara pada hari ini, IHSG ditutup menguat 97,41 poin atau 1,18 persen ke posisi 8.329,61.

Baca juga: Purbaya: Pelebaran defisit APBN 2025 tak pengaruhi sentimen pasar

Selain Iman Rachman yang mengundurkan diri pada Jumat pagi, Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi, serta Deputi Komisioner Pengawas Emiten, Transaksi Efek, Pemeriksaan Khusus, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK (DKTK) I.B. Aditya Jayaantara juga menyampaikan pengunduran diri dari jabatan masing-masing pada Jumat sore.

Pewarta: Uyu Septiyati Liman
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |