Fajar/Fikri tersingkir, Indonesia nirgelar di Malaysia Open 2026

4 weeks ago 15

Jakarta (ANTARA) - Langkah ganda putra Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri terhenti di semifinal BWF World Tour Super 1000 Malaysia Open 2026, sekaligus memastikan Indonesia pulang tanpa gelar dari turnamen pembuka musim tersebut.

Pasangan unggulan keenam itu harus mengakui tangguhan wakil tuan rumah sekaligus unggulan kedua Aaron Chia/Soh Wooi Yik dalam dua gim ketat dengan skor 21-23, 18-21 di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Sabtu.

Fajar/Fikri sempat memberikan perlawanan sengit dengan unggul pada sejumlah momen penting di kedua gim. Namun, dukungan penuh publik tuan rumah membuat Aaron/Soh tampil percaya diri hingga mampu membalikkan keadaan pada poin-poin krusial.

“Mereka tampil luar biasa di depan pendukung yang sangat luar biasa di Axiata Arena. Dari gim pertama dan kedua kami sempat unggul, tapi mereka bisa membalikkan keadaan. Mereka sangat percaya diri bermain di sini,” kata Fajar Alfian dalam keterangan resmi PP PBSI setelah pertandingan.

Fajar juga menyebut beberapa bola keberuntungan turut menjadi pembeda, meski ia menegaskan pasangan Indonesia tetap harus melakukan evaluasi menyeluruh.

“Ada beberapa lucky ball untuk mereka yang jadi faktor pembeda, tapi di luar itu semua kami memang harus meningkatkan kemampuan kami,” ujarnya.

Baca juga: Rivalitas An Se Young dan Wang Zhi Yi kembali tersaji di Malaysia Open

Senada, Muhammad Shohibul Fikri menyebut masih banyak pekerjaan rumah yang harus dibenahi, terutama dari sisi kekuatan dan konsistensi permainan.

“Masih banyak yang harus diperbaiki, terutama dari segi power dan fokus. Tadi juga kami masih melakukan beberapa kesalahan, itu jadi PR penting untuk kami berdua,” kata Fikri.

Kekalahan ini sekaligus mengakhiri harapan Indonesia meraih gelar di Malaysia Open 2026, setelah sebelumnya tunggal putra Jonatan Christie juga takluk dari wakil Thailand Kunlavut Vitidsarn dua gim langsung 16-21, 16-21.

Meski gagal melangkah ke final, Fajar berharap atmosfer luar biasa yang dirasakan di Axiata Arena dapat terulang saat menjadi tuan rumah pada turnamen Super 500 Indonesia Masters 2026.

“Atmosfer di sini luar biasa sejak hari pertama sampai hari ini untuk mendukung wakil Malaysia. Kami berharap dua minggu ke depan di Istora, dukungan penuh juga bisa diberikan untuk wakil Indonesia,” kata Fajar.

Baca juga: Jonatan Christie akui kesabaran Kunlavut jadi pembeda di Malaysia Open

Baca juga: Langkah Sabar/Reza terhenti di perempat final Malaysia Open 2026

Pewarta: Muhammad Ramdan
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |