Wamena (ANTARA) - Anggota Komite III DPD RI Arianto Kogoya mendorong penyelenggaraan festival budaya di enam provinsi se-Papua terintegrasi agar dapat memperkuat pariwisata dan ekonomi kreatif.
“Komite III juga membidangi pariwisata dan ekonomi kreatif sehingga kami akan mendorong supaya festival budaya yang dilaksanakan di Tanah Papua terkoneksi dari Sorong hingga Merauke,” kata Arianto di Wamena, Jumat.
Menurut dia, festival budaya di enam provinsi, yakni Papua, Papua Barat, Papua Pegunungan, Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua Barat Daya, belum terkoordinasi dengan baik, termasuk dalam pengaturan waktu pelaksanaannya.
Arianto mengatakan keterpaduan jadwal festival akan membantu wisatawan mengatur waktu kunjungan sehingga dapat menikmati rangkaian kegiatan budaya di berbagai wilayah Papua.
“Kami nanti coba mendorong supaya pelaksanaan festival budaya di setiap daerah di Tanah Papua harus terkoneksi sehingga wisatawan asing yang berkunjung ke Tanah Papua bisa mengatur waktu kunjungannya dengan baik,” ujarnya.
Baca juga: FBLB 2026 jadi ajang promosi budaya Papua Pegunungan
Ia menjelaskan wisatawan dapat mengikuti rangkaian festival secara berurutan, misalnya mengunjungi Raja Ampat, kemudian melanjutkan perjalanan ke Biak, Jayapura, Wamena, Tolikara, hingga Merauke.
Menurut Arianto, pola tersebut dapat memberikan pengalaman budaya yang lebih lengkap sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Ia mengatakan gagasan tersebut perlu dibahas bersama anggota DPD dari komite lainnya agar dapat diusulkan dan ditindaklanjuti oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.
“Yang terjadi saat ini adalah wisatawan asing berkunjung ke Tanah Papua untuk menikmati festival budaya tidak terpadu secara baik sehingga kegiatan budaya tidak dapat dinikmati dalam satu kesempatan kunjungan,” katanya.
Baca juga: Festival Budaya Flobamora sarana perekat kebhinnekaan di Manokwari
Selain keterpaduan penyelenggaraan, Arianto menilai jaminan keamanan menjadi faktor penting dalam pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di Papua.
“Kami berharap ke depan dalam pelaksanaan festival budaya pemerintah daerah memberikan jaminan keamanan sehingga ada rasa kepuasan bagi wisatawan asing maupun nusantara yang menikmati keindahan alam, budaya, dan adat istiadat di Papua, khususnya Papua Pegunungan,” ujarnya.
Baca juga: Festival Budaya Biak 2026 jadi ajang diplomasi budaya kawasan Pasifik
Baca juga: Kemenpar: Festival budaya perlu dikemas untuk menarik wisman
Baca juga: 230 wisman ramaikan Festival Budaya Lembah Baliem ke-33 di Wamena
Pewarta: Yudhi Efendi
Editor: Abdul Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































