Jakarta (ANTARA) - Pengurus Wilayah Dewan Masjid Indonesia (PW DMI) Aceh menerima bantuan dari DMI Pusat berupa peralatan ibadah yang akan disalurkan ke masjid-masjid di sejumlah wilayah itu yang terdampak banjir.
Ketua PW DMI Aceh Tgk. H. Fakhruddin Lahmuddin dalam pernyataan tertulis di Jakarta, Jumat, menyampaikan penerimaan bantuan berlangsung di Pelabuhan Krueng Geukueh, Kota Lhokseumawe, dan dikoordinasikan oleh Pengurus Daerah (PD) DMI Kota Lhokseumawe.
Baca juga: JK: PMI-DMI kerja sama bersihkan masjid terdampak banjir di Aceh Utara
Bantuan yang diterima meliputi 13 unit sound system lengkap, 3.000 lembar sajadah, 3.000 lembar mukena, 10.000 lembar sarung, 5.000 mushaf Al Quran, serta berbagai perlengkapan ibadah lainnya.
Seluruh bantuan tersebut ditujukan untuk mendukung pemulihan fungsi masjid sekaligus mempercepat proses pembersihan dan normalisasi sarana ibadah pasca-banjir bandang di kabupaten dan kota terdampak di Provinsi Aceh.
“Bantuan peralatan ibadah ini akan segera kami salurkan ke masjid-masjid terdampak banjir di sejumlah wilayah Aceh. Kami berharap bantuan ini dapat membantu memulihkan fungsi masjid sebagai pusat ibadah dan aktivitas sosial masyarakat pasca bencana,” ujar Fakruddin.
PW DMI Aceh menegaskan program itu merupakan bagian dari komitmen Dewan Masjid Indonesia dalam membantu masyarakat serta menjaga peran masjid sebagai pusat ibadah dan kegiatan sosial, khususnya di masa pemulihan pasca bencana.
Baca juga: Jusuf Kalla serukan masjid jadi pusat kebangkitan sosial di Aceh
Baca juga: DMI dorong peran masjid sebagai pusat moderasi beragama
Rangkaian penyaluran bantuan sekaligus aksi pembersihan masjid dijadwalkan berlangsung pada 11 Januari 2026.
Kegiatan tersebut, kata dia, direncanakan dihadiri oleh Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia Jusuf Kalla dan Gubernur Aceh Muzakkir Manaf.
Pada kesempatan itu, PW DMI Aceh juga mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan untuk bersama-sama mendukung proses pemulihan masjid di wilayah terdampak banjir, sebagai bagian dari penguatan ketahanan sosial dan keagamaan masyarakat.
Pewarta: Hana Dewi Kinarina Kaban
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































