Aceh Tamiang, Aceh (ANTARA) - Dinas Kesehatan Aceh Utara, Provinsi Aceh, melakukan koordinasi dengan dinas dan lembaga terkait lainnya soal pembersihan lumpur pascabencana banjir dan tanah longsor yang melanda kawasan Aceh Utara pada akhir November 2025.
“Sudah kami sampaikan pada setiap pertemuan bahwa lumpur itu bisa berdampak kepada kesehatan warga. Yang kami lihat di lapangan, progres sudah ada,” ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Kabid P2P) Dinas Kesehatan Aceh Utara dr. Ferianto ketika ditemui di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Utara, Rabu.
Salah satu perkembangan yang ia soroti adalah lumpur-lumpur yang sudah dibersihkan dari rumah warga terdampak. Meskipun masih menumpuk di jalan, menurut Ferianto, langkah tersebut sudah menggambarkan perkembangan yang positif.
Selain itu, sampah-sampah dan barang-barang yang terseret oleh banjir juga ia nilai sudah berkurang apabila dibandingkan dengan sebelum-sebelumnya.
Baca juga: Pemkab Aceh Tamiang kembali perpanjang masa tanggap darurat bencana
“Tetapi, sepertinya masih butuh alat berat untuk (menangani) lumpur,” kata Ferianto.
Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kabupaten Aceh Utara, Aceh, meroket hingga 150 persen pascabencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh pada November 2025.
Berdasarkan laporan puskesmas yang diterima oleh Ferianto, hingga pekan kedua Februari 2026, tercatat 3.944 kasus ISPA. Jumlah tersebut lebih tinggi apabila dibandingkan dengan jumlah kasus ISPA pada pekan ke-2 Februari 2025 yang sebanyak 1.574 kasus ISPA.
Kasus ISPA, lanjut dia, banyak terjadi di daerah yang tingkat keparahan banjirnya tinggi, seperti Langkahan, Sawang, Tanah Jambo Aye, dan daerah terdampak banjir lainnya.
Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































