Desa terpencil di Kamboja dapat manfaat proyek pengentasan kemiskinan

1 week ago 12

Bati (ANTARA) - Por Sokhim (52), seorang pedagang kelontong di Desa Tanorn, Kamboja, merasakan perubahan besar dalam penghidupan keluarganya setelah sebuah proyek pengentasan kemiskinan yang dibantu China dilaksanakan di desanya.

Terletak di Distrik Bati, Provinsi Takeo, sekitar 60 kilometer sebelah selatan ibu kota Phnom Penh, desa kecil ini memiliki total luas 72 hektare dan dihuni oleh 138 rumah tangga dengan 640 penduduk.

Dahulu bergantung sepenuhnya pada aktivitas menanam padi di lahan kecil, Sokhim, seorang ibu empat anak, kini mengelola sebuah toko kelontong, sementara suaminya membuka bengkel reparasi sepeda motor, setelah proyek tersebut membantu membangun infrastruktur dasar di desa mereka, seperti jalan beton, sistem air bersih, pembangkit listrik tenaga surya, sistem irigasi, dan berbagai fasilitas umum penting lainnya.

Dia mengenang bahwa sebelumnya keluarga mereka hidup dalam kemiskinan karena desa terpencil ini belum berkembang, dan jalanan yang hampir tidak dapat diakses dari dunia luar.

"Kini, sudah ada jalan beton yang dapat diakses serta tenaga surya, dan kendaraan dapat keluar masuk desa dengan mudah," tuturnya kepada Xinhua.

Dia menambahkan bahwa para petani tidak lagi kesulitan menjual produk-produk mereka karena para makelar datang dengan truk untuk membelinya langsung di lahan pertanian, dan anak-anak juga dapat pergi ke sekolah dengan mudah.

"Dengan jalanan yang bagus, kami bisa menjalankan usaha kecil di rumah. Suami saya memiliki bengkel reparasi sepeda motor, dan saya mengelola toko kelontong. Penjualannya bagus," ujar Sokhim, seraya menambahkan proyek tersebut tidak hanya membantu keluarganya, tetapi juga meningkatkan penghidupan semua orang di seluruh desa.

Kepala Desa Tanorn, Pang Samedy, mengatakan sekitar 70 persen penduduk desa tersebut bekerja sebagai petani, sementara sisanya merupakan pekerja pabrik.

"Pemandangan di desa ini hijau dengan pepohonan berbunga yang mempercantik jalanan. Singkatnya, seluruh 138 keluarga di desa ini telah merasakan manfaat dari proyek yang dibantu China ini," katanya.

Samedy menyebutkan bahwa dengan bantuan pembangunan dari China, citra Desa Tanorn telah berubah secara signifikan, dengan banyaknya rumah besar yang telah dibangun.

"Sebagai kepala Desa Tanorn, saya sangat berterima kasih kepada China atas bantuannya membangun desa ini dan meningkatkan penghidupan warga," ungkapnya.

Proyek tersebut, yang diberi nama Desa Persahabatan Kamboja-China untuk Pengentasan Kemiskinan, telah diperkenalkan di desa tersebut sejak Januari 2021.

Proyek itu dilaksanakan oleh Forum Aliansi Masyarakat Sipil (Civil Society Alliance Forum/CSAF) Kamboja, dengan dana dari China Foundation for Peace and Development (CFPD).

Chea Munyrith, direktur perencanaan dan proyek CSAF, mengatakan bahwa selama lima tahun terakhir, proyek ini telah membangun infrastruktur jalan, listrik tenaga surya, stasiun air bersih, sumur pompa, sekolah, dan gedung serbaguna bagi desa tersebut.

Desa Tanorn, imbuhnya, akan menjadi contoh pengalaman yang baik untuk pengembangan desa-desa terpencil lainnya di seluruh penjuru Kamboja.

"Pengalaman China dalam pengentasan kemiskinan telah diterapkan di Desa Tanorn ini," tuturnya.

"Alhasil, selama lima tahun terakhir, proyek tersebut telah sepenuhnya mentransformasi desa ini."

Penerjemah: Xinhua
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |