Madiun (ANTARA) - Perum Bulog Kantor Cabang Madiun, Jawa Timur, siap menyerap jagung petani untuk kebutuhan Cadangan Jagung Pemerintah (CJP) guna menjaga stabilisasi harga dan pasokan jagung di pasaran selama tahun 2026.
Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Madiun Agung Sarianto di Madiun, Jumat, mengatakan selama tahun 2026 Bulog Madiun ditargetkan menyerap jagung petani di wilayah kerjanya mencapai sebanyak 10.106 ton.
"Dari besaran target tersebut, hingga akhir Januari ini kami telah menyerap sebanyak 1.122 ton jagung. Jagung tersebut merupakan hasil panen petani jagung di wilayah Kabupaten Ngawi, Kabupaten Madiun dan Kota Madiun," ujarnya.
Ribuan ton jagung tersebut disimpan di gudang yang dipusatkan di Gudang Bulog Keniten, Kecamatan Geneng Kabupaten Ngawi guna proses penyimpanan sesuai standar yang telah ditentukan.
"Adapun penyalurannya nanti, kami menunggu instruksi dari Badan Pangan Nasional atau Bapanas untuk penyaluran jagung pemerintah dalam bentuk SPHP jagung yang diperuntukkan bagi peternak ayam layer yang telah mendapatkan SK dari Kementerian Pertanian," katanya.
Pihaknya yakin target serapan tersebut dapat tercapai seiring dengan program luas tambah tanam jagung yang dilakukan secara sinergi dengan petani, pemda, TNI dan Polri guna mewujudkan ketahanan pangan komoditas jagung.
Agung Sarianto menambahkan target serapan jagung tahun ini naik dari tahun 2025 yang ditetapkan mencapai 9.500 ton dan terealisasi 1.455 ton.
Meski serapan tahun lalu belum memenuhi target, namun jumlah itu merupakan yang tertinggi di antara cabang Bulog lainnya di Jawa Timur.
"Dengan serapan jagung hampir 1.500 ton tersebut, kami mampu menyuplai permintaan jagung untuk peternak ayam di sejumlah wilayah di Jatim, seperti Madiun, Ngawi, Tulungagung, hingga Ponorogo," kata dia.
Guna menguatkan serapan di tahun ini, pihaknya meminta petani di wilayah Bulog Madiun yang memiliki gabah maupun jagung untuk menjualnya ke Bulog yang akan dibeli dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang telah ditetapkan.
Diketahui, HPP jagung untuk kering pipil yang tersimpan di gudang ditetapkan sebesar Rp6.400 per kilogram.
Sementara, untuk hasil panen jagung dengan kadar air sekitar 18-20 persen dibeli dengan harga Rp5.500 per kilogram.
"Untuk jagung di harga Rp5.500 per kilogram ini tidak bisa langsung disimpan di gudang karena masih harus dikeringkan dulu hingga kadar air mencapai 14 persen, baru bisa disimpan digudang sebagai cadangan pemerintah dan disalurkan melalui SPHP jagung," katanya.
Baca juga: Bulog Madiun salurkan 482 ribu liter Minyakita ke pedagang-pengecer
Baca juga: Bulog Madiun perluas program SPHP turunkan harga beras
Baca juga: Bulog Malang: Stok beras 51.383 ton, cukup hingga Lebaran 2026
Pewarta: Louis Rika Stevani
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































