Jakarta (ANTARA) - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menggandeng Badan Pusat Statistik (BPS) untuk memanfaatkan data statistik nasional, termasuk data by name by address (BNBA), guna meningkatkan ketepatansasaran pembiayaan perumahan sekaligus mendukung Program 3 Juta Rumah.
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan kebutuhan akan data yang akurat menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung penyaluran pembiayaan perumahan yang lebih tepat sasaran di tengah masih tingginya kebutuhan rumah di Indonesia.
Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) mengenai penyediaan data dan/atau informasi statistik serta pemanfaatan jasa layanan perbankan yang ditandatangani Direktur Utama BTN bersama Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti di Jakarta, Rabu.
"Kita memiliki satu kebutuhan yang cukup besar, yaitu data. Kalau kita bisa memiliki data yang lebih baik mengenai siapa masyarakat yang belum memiliki rumah, bagaimana tingkat penghasilannya, bagaimana demografinya, itu yang kita butuhkan," kata Nixon dikutip dari keterangan pers.
Baca juga: BTN-SMBC Indonesia rampungkan pengalihan portofolio kredit pensiun
“Dengan data yang semakin baik, pembiayaan akan semakin tepat sasaran," katanya.
Nixon mengatakan Indonesia masih menghadapi backlog kepemilikan rumah sekitar 9,9 juta unit, sementara kebutuhan rumah baru mencapai sekitar 700 ribu hingga 800 ribu unit setiap tahun.
Menurut dia, kondisi tersebut menjadikan pembiayaan yang tepat sasaran sebagai salah satu kunci keberhasilan Program 3 Juta Rumah.
Melalui kerja sama tersebut, BTN akan memanfaatkan data statistik dan data by name by address sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan untuk memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai kebutuhan perumahan masyarakat berdasarkan lokasi, karakteristik sosial ekonomi, kemampuan beli, hingga potensi permintaan pembiayaan di berbagai wilayah.
Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































