Medan (ANTARA) - Personel SAR Batalyon A Pelopor Satuan Brimob Kepolisian Daerah Sumatera Utara menyediakan air bersih untuk warga yang terdampak bencana alam di Desa Sigotom, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah.
"Kegiatan penyediaan 'water treatment' itu difokuskan pada kebutuhan paling mendasar masyarakat yakni air," ujar Komandan Batalyon A Pelopor Satuan Brimob Kepolisian Daerah Sumatera Utara Kompol Mukhtar I Kadoli di Tapanuli Tengah, Sabtu.
Ia mengatakan pendistribusian air bersih untuk warga dengan memanfaatkan fasilitas "water treatment" itu merupakan milik Satuan Brimob Polda Sumut.
Ia mengatakan langkah tersebut untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air bersih yang sempat terganggu akibat banjir dan longsor di wilayah tersebut.
"Kegiatan itu dilakukan sebagai bagian dari upaya membantu masyarakat memulihkan lingkungan dan memenuhi kebutuhan dasar pasca-bencana," kata dia.
Baca juga: TNI kerahkan kendaraan khusus sediakan air bersih untuk warga Agam
Pihaknya menyatakan layanan kemanusiaan tersebut, bukti nyata Polri hadir tidak hanya dalam penanganan keamanan, tetapi juga membantu pemulihan kondisi masyarakat pasca-bencana.
"Dengan dukungan sarana operasional yang lengkap serta personel yang siaga, pendistribusian air bersih berjalan aman, lancar, dan tepat sasaran," kata dia.
Polda Sumut juga memastikan kegiatan kemanusiaan itu akan terus dilakukan secara berkelanjutan hingga kondisi masyarakat kembali normal.
Pihaknya juga melaksanakan aksi kemanusiaan, yakni pembersihan saluran air karena material lumpur yang menutup akses jalan desa.
Pembersihan dilakukan secara menyeluruh agar aliran air kembali lancar dan akses jalan dapat digunakan dengan aman oleh masyarakat sekitar.
Baca juga: Baznas salurkan 160.000 liter air bersih untuk masyarakat Aceh Tamiang
Baca juga: Komdigi salurkan 118 unit tangki air bersih ke lokasi bencana Aceh
Pewarta: M. Sahbainy Nasution
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































