Cianjur (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mencatat bencana alam tanah longsor dan pergeseran tanah mendominasi kejadian bencana sepanjang 2025, sehingga 2.240 rumah rusak tersebar di sejumlah kecamatan terutama wilayah selatan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Cianjur Wangwang Kuswaya di Cianjur, Jumat, mengatakan data yang dihimpun sepanjang 2025 terdapat 243 kejadian bencana terjadi di sejumlah kecamatan mulai dari utara hingga selatan.
"Sedangkan jiwa yang terdampak dari ratusan kejadian bencana sepanjang 2025 mencapai 12.953 jiwa terpaksa mengungsi ke tempat yang dinilai aman dan dua orang meninggal dunia," katanya.
Bahkan, ribuan kepala keluarga di sejumlah wilayah terdampak bencana terutama pergeseran tanah direlokasi ke perkampungan baru yang disediakan pemerintah setelah berkoordinasi pemerintah pusat melalui BNPB.
Baca juga: Korban bencana Pidie Jaya berharap percepatan pembersihan rumah
Dari 16 kecamatan yang terdampak pergerakan tanah di 2024, baru beberapa desa yang akan direlokasi di Kecamatan Kadupandak dan Takokak karena pergeseran tanah masih terjadi.
"Beberapa titik dengan jumlah rumah yang terdampak cukup banyak akan direlokasi secara kelompok dan lahan disediakan pemerintah seperti di Kecamatan Kadupandak dan Takokak," katanya.
Untuk kepastian lahan sudah disiapkan Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Cianjur yang memiliki kewenangan di kedua kecamatan, namun pihaknya memperbolehkan masyarakat merelokasi rumahnya secara mandiri.
Khusus untuk relokasi mandiri, ungkap dia, kalau ada warga yang memiliki tanah lain dan aman dari pergeseran tanah tetap akan mendapatkan bantuan pembangunan rumah dari pemerintah layaknya relokasi kelompok satu desa.
Baca juga: Korban bencana di Sumatera dapat bantuan dana berlapis dari pemerintah
"Kami juga sudah mengajukan bantuan untuk ribuan rumah warga yang rusak akibat pergeseran tanah di tahun sebelumnya ke pusat melalui BNPB mendapatkan bantuan sesuai kerusakan dengan total anggaran Rp115 miliar.
Nominal bantuan yang diterima warga dengan rumah rusak ringan sebesar Rp15 juta, rusak sedang Rp30 juta, dan rusak berat sebesar Rp60 juta, total anggaran yang diajukan Rp115 miliar.
Baca juga: BPBD Pamekasan terjunkan tim bantu korban bencana di tiga kecamatan
Pewarta: Ahmad Fikri
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































