Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan distribusi logistik serta stabilitas harga sembako di Kabupaten Gayo Lues, Aceh, yang dilanda bencana banjir dan longsor hebat dua bulan yang lalu, saat ini sudah berangsur normal.
Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Budi Irawan dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat, mengatakan bahwa upaya pemerintah membuka akses jalan yang diiringi dengan perbaikan infrastruktur hingga pembangunan jalur darurat menjadi faktor penunjang normalnya aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah Gayo Lues.
Tim Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB melaporkan aktivitas perekonomian di Gayo Lues sebelumnya nyaris terhenti karena jalan penghubung hingga wilayah Kutacane, Kabupaten Aceh Tenggara terputus akibat longsor.
Baca juga: Kepala BNPB-Kasatgaswil PRR inspeksi progres rekonstruksi Aceh
Putusnya jalan yang menjadi pintu masuk utama distribusi barang dari Riau dan Medan, Sumatera Utara, tersebut memicu kelangkaan barang dan lonjakan harga yang sangat luar biasa di Gayo Lues, mengingat 90 persen kebutuhan logistik masyarakat setempat bergantung pada jalur tersebut.
"Kini karena akses jalan sudah kembali terbuka maka distribusi logistik semakin lancar, harga kebutuhan pokok relatif stabil, serta layan dasar masyarakat mulai pulih," kata Budi.
Ia memastikan pula bahwa stabilitas harga sembako didapatkan setelah dirinya berkomunikasi langsung dengan pedagang di Pasar Terpadu Gayo Lues.
Dalam kesempatan tersebut pedagang mengaku kepada tim BNPB bahwa sudah tidak ada lagi lonjakan harga, termasuk harga ayam potong.
Menurut Budi, saat jalan penghubung masih terputus harga daging termasuk yang melonjak ekstrem hingga berpuluh-puluh kali lipat.
Baca juga: Kepala BNPB: Aceh Timur masuki fase transisi menuju pemulihan
“Harga sudah relatif normal setelah distribusi pasokan kembali berjalan. Memang masih ada kenaikan harga daging ayam karena pasokan didatangkan dari Medan dan Riau, namun masih dalam batas wajar dan tidak memicu inflasi,” ungkapnya.
Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































