Jakarta (ANTARA) - Badan Gizi Nasional mengumpulkan Kepala Regional (Kareg) dan Koordinator Wilayah (Korwil) untuk mempercepat pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh wilayah Indonesia.
"Saat ini sudah ada 13.245 SPPG tersebar di seluruh Indonesia dan targetnya di akhir Oktober ini sudah mencapai 14 ribu unit," kata Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana usai rapat di hotel di kawasan Ancol di Jakarta, Senin.
Dalam pertemuan ini hadir Kareg dan Korwil Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari 38 provinsi dan 514 kabupaten di Indonesia. "Kami berkumpul melakukan evaluasi, monitoring dalam rangka percepatan pembangunan SPPG," kata dia.
Ia menambahkan untuk target di akhir Desember 2025, ada sebanyak 25.400 untuk SPPG aglomerasi yang dibangun.
Pihaknya juga sedang koordinasikan untuk pembangunan SPPG di daerah terpencil sebanyak 6.000 unit.
Baca juga: SPPG di Pulau Kelapa diperiksa untuk pastikan kelayakan menu MBG
Baca juga: Belum ada SPPG di Jakarta kantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi
Saat ini yang sudah terdaftar ada kurang lebih 4.770 unit dan segera akan dilakukan di daerah-daerah terpencil. "Kami ingin mengejar target untuk 82,9 juta penerima manfaat di akhir tahun 2025," kata dia.
Hari ini semua dikumpulkan di Jakarta karena target ini harus direalisasikan dan kam berikan motivasi, semangat. Pihaknya juga memberikan sosialisasi untuk standar operasi terbaru yang segera terapkan.
Termasuk soal regulasi sanksi bagi mitra yang mengalami kejadian akan langsung dievaluasi. Pihaknya akan melakukan investigasi lalu dihentikan operasionalnya sampai keluar hasil investigasi.
"Ini biasanya tergantung dari beratnya kasus, antara dua minggu biasanya sampai dua bulan. Dan itu sangat tergantung dari hasil evaluasi," kata dia.
Baca juga: Di Jakarta ada 60 siswa keracunan MBG
Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Sri Muryono
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































