Balai Bahasa sebut Papua miliki 428 bahasa ibu

3 months ago 26

Sentani (ANTARA) - Balai Bahasa Provinsi Papua mencatat terdapat 428 bahasa ibu di Tanah Papua yang menjadikannya wilayah dengan jumlah bahasa daerah terbanyak di Indonesia, meskipun sebagian besar kini terancam punah.

Widyabasa Ahli Madya Balai Bahasa Provinsi Papua Antonius Maturbongs kepada ANTARA di Sentani, Sabtu, mengatakan sebagian besar bahasa daerah tersebut memiliki jumlah penutur sangat sedikit, bahkan beberapa diantaranya tersisa satu hingga dua orang saja.

Baca juga: Balai Bahasa Papua: Sekolah Adat jadi wadah pelestarian bahasa ibu

"Bahasa Air Matoa di Kaimana, Provinsi Papua Barat misalnya, kini sudah punah, karena penuturnya tinggal satu orang. Kondisi ini menjadi alarm penting bagi kita semua untuk segera melakukan upaya pelestarian," katanya.

Menurut Antonius, kebersamaan ratusan bahasan daerah menunjukkan kekayaan budaya Papua yang luar biasa. Namun, tanpa langkah nyata perlindungan dan pendidikan, bahasa-bahasa itu akan hilang dalam waktu dekat.

"Balai Bahasa Provinsi Papua tidak dapat bekerja sendiri dalam melindungi bahasa daerah, perlu dukungan pemerintah kabupaten dan kota, sekolah, tokoh masyarakat, dan lembaga adat di seluruh Tanah Papua," ujarnya.

Dia menjelaskan upaya perlindungan bahasa daerah harus dilakukan secara kolaboratif. Pihaknya mendorong pemerintah daerah khusus pelestarian bahasa ibu, seperti yang sudah dilakukan Kabupaten Jayapura juga Kabupaten Merauke.

"Kabupaten Merauke menjadi contoh baik, karena telah memiliki perda perlindungan bahasa daerah dan siap menerapkan muatan lokal bahasa ibu di satuan pendidikan dasar mulai tahun depan," katanya.

Baca juga: Balai Bahasa Provinsi Papua lakukan revitalisasi Bahasa Mairasi

Baca juga: Balai Bahasa Papua perkuat bahasa ibu melalui festival budaya

Dia menambahkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Merauke telah dilatih melalui bimbingan teknis tiga hari dan bersiap untuk mengimplementasikan pembelajaran muatan lokal di daerahnya.

"Kami berharap kabupaten/kota di Tanah Papua mencontoh langkah tersebut agar pembelajaran bahasa daerah dapat berjalan sistematis dan menjadi bagian dari kurikulum pendidikan yang melestarikan identitas lokal," ujarnya.

Pewarta: Agustina Estevani Janggo
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |