Balai Bahasa Papua: Sekolah Adat jadi wadah pelestarian bahasa ibu

3 months ago 27

Sentani (ANTARA) - Balai Bahasa Provinsi Papua menilai Sekolah Adat Negeri Papua di Kabupaten Jayapura memiliki peran strategis dalam melestarikan bahasa ibu di daerah ini, terutama melalui penerapan pembelajaran muatan lokal di sekolah-sekolah dasar dan menengah.

Widyabasa Ahli Madya Balai Bahasa Provinsi Papua Antonius Maturbongs kepada ANTARA di Sentani, Jumat, mengatakan Dinas Pendidikan Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan sedang menyiapkan implementasi peraturan daerah tentang perlindungan bahasa ibu, dengan melakukan studi banding ke SMP Negeri 6 Sentani dan SMA Negeri 1 Sentani yang menerapkan bahasan Sentani sebagai mata pelajaran muatan lokal.

"Kami telah mengawali bimbingan teknis selama tiga hari yang melibatkan teman-teman dari Merauke, setelah itu mereka kami ajak untuk meninjau langsung praktik pembelajaran muatan lokal di Kabupaten Jayapura yakni ke SMP Negeri 6 Sentani dan SMA Negeri 1 Sentani," katanya.

Menurut Antonius, tujuannya agar peserta dari Merauke mendapatkan gambaran nyata tentang bagaimana pembelajaran bahasa daerah diterapkan di sekolah-sekolah, sehingga dapat direplikasikan pada wilayah kerjanya.

Baca juga: Mendikdasmen: Pelestarian bahasa daerah butuh komitmen keluarga

"Sekolah adat di Kabupaten Jayapura membuktikan bahwa bahasa ibu bisa diajarkan dengan baik dan menarik bagi anak-anak, kami melihat semangat mereka luar biasa saat belajar bahasa Sentani," ujarnya.

Dia menjelaskan, Papua memiliki 428 bahasa daerah berdasarkan data 2019, tetapi sebagian besar kini berada diambang kepunahan karena jumlah penutur yang sangat sedikit, bahkan hanya tersisa satu orang.

"Jika tidak ada upaya bersama, maka bahasa-bahasa itu akan hilang selamanya karena itu kami mendorong pemerintah daerah untuk membuat kebijakan perlindungan bahasa daerah," katanya lagi.

Direktur Sekolah Adat Negeri Papua Origenes Monim menambahkan, sekolah tersebut bukan hanya tempat belajar akademik, tetapi ruang pariwisata budaya dan bahasa, agar generasi muda memahami jati diri Papua yang majemuk.

"Kami dari Sekolah Adat Negeri Papua telah berupaya maksimal agar bahasa Sentani dimasukkan dalam kurikulum pendidikan pada sekolah formal sebagai mata pelajaran muatan lokal, ini yang menjadi harapan kami bahwa bahasa Sentani harus dilestarikan, salah satunya melalui pendidikan formal," katanya.

Baca juga: Balai Bahasa: Festival Bahasa Ibu upaya revitalisasi bahasa daerah

Pewarta: Agustina Estevani Janggo
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |